Polisi Masih Dalami Keterkaitan 17 WNI yang Dideportasi dengan ISIS

Kompas.com - 23/01/2017, 14:27 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar Ambaranie Nadia K.MKepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, 17 warga negara Indonesia yang dideportasi oleh otoritas Turki masih diperiksa tim Densus 88.

Polisi masih menyelidiki keterlibatan ketujuhbelas orang itu dalam kelompok Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

"Polisi memiliki waktu 7x24 jam, ada beberapa hari lagi untuk diperiksa. Digali berkaitan dengan aktivitas mereka disana," ujar Boy di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/1/2017).

Boy mengatakan, berdasarkan informasi, 17 WNI itu sudah masuk ke negara Turki.

Namun, Turki melakukan pengetatan pengamanan terhadap warga negara asing dan mengantisipasi tujuan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sebelum dipulangkan, mereka terlebih dahulu ditanya oleh otoritas setempat mengenai maksud kedatangan.

"Jadi setelah dijaring, mereka di-interview di sana dan mereka melakukan langkah deportasi," kata Boy.

(Baca: Diduga Jadi Relawan di Suriah, 17 WNI Diamankan)

Oleh karena itu, polisi mendalami alasan pemulangan 17 WNI dan dugaan keterlibatan mereka dalam kegiatan kelompok ISIS.

Pemulangan WNI yang diduga akan bergabung dengan ISIS pernah terjadi beberapa waktu lalu.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh Densus 88, mereka tak terbukti terlibat ISIS dan dilepaskan.

"Apakah 17 orang ini juga seperti itu? Kita akan lihat paling tidak dalam dua sampai tiga hari ke depan," kata Boy.

Pemulangan 17 WNI itu merupakan hasil koordinasi antara Kantor Imigrasi Klas I Khusus Soekarno-Hatta dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Mereka datang ke Bandara Soekarno-Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines TK 056 pada Sabtu (21/1/2017) lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X