Kompas.com - 20/01/2017, 16:43 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy mengatakan, fraksinya mengusulkan sejumlah hal untuk menekan maraknya politik uang dalam pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Menurut dia, aturan-aturan yang diterapkan pada pemilihan kepala daerah juga dapat diterapkan pada pemilu.

"PKB mengusulkan substansi norma dalam UU Pilkada yang substansinya anti-politik uang dimasukkan dalam UU pemilu," ujar Lukman, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/1/2017). 

Contohnya, kata dia, dengan menerapkan pelanggaran administratif yang berujung pada diskualifikasi pasangan calon yang melakukan politik uang.

Hal itu dapat dilakukan dengan merumuskan kembali ketentuan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

PKB telah meminta berbagai masukan dan perbaikan redaksional tentang TSM kepada sejumlah pihak.

Jika ketentuan tersebut bisa dimasukkan dalam RUU Pemilu, maka relatif dapat menangkal politik uang.

"Dalam UU Pilkada sudah ada yang jadi korban. Beberapa calon didiskualifikasi. Caleg juga bisa didiskualifikasi," kata Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Selain itu, kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga perlu diperkuat, termasuk bisa menjadi peradilan pemilu.

"Saya melihat komposisi Bawaslu diperkuat. Harus ada tambahan syarat termasuk kemampuan investigasi untuk perkara pemilu dan politik uang. Itu menjadi syarat DPR untuk mengubah struktur dan syarat Bawaslu," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.