Kompas.com - 20/01/2017, 16:18 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dalam menangani kasus dugaan penghinaan bendera saat demo ormas Front Pembela Islam (FPI) di depan Mabes Polri beberapa waktu lalu.

Dalam rekaman video yang muncul di medial sosial, salah satu oknum anggota FPI kedapatan membawa bendera Merah Putih yang dibubuhi tulisan Arab dan gambar pedang seperti bendera Arab Saudi.

"Tentu harus diambil tindakan kalau itu memang bendera," kata Kalla di Kantor Wapres, Jumat (20/1/2017).

(Baca: Pembawa Bendera dengan Coretan Saat Demo FPI Ditangkap Polisi)

Untuk diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan seorang pria berinisial NF, yang diduga membawa bendera tersebut. Barang bukti berupa bendera dan sepeda motor yang diduga digunakan saat melaksanakan aksi juga disita.

Wapres menambahkan, UU telah mengatur soal penggunaan bendera. Ia mengatakan, siapa pun yang melanggar ketentuan yang ada harus diberi sanksi.

"Mungkin harus dicari aturannya kalau dilanggar ya harus diberi sanksi hukum," ujarnya.

Kompas TV Polisi Selidiki Penghinaan Bendera Merah Putih saat Demo FPI

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.