Panglima TNI: 2017 Tahun Bersih-bersih dari Korupsi

Kompas.com - 20/01/2017, 14:42 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1/2017) Lutfy Mairizal PutraPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1/2017)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mencanangkan tahun 2017 sebagai tahun bersih-bersih bagi TNI dari tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Gatot dalam amanat upacara saat serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Hadi Tjahjanto.

Gatot menilai, upaya itu dapat menjadikan TNI sebagai institusi terpercaya di Indonesia.

"Ini menjadi tonggak penting bagi sejarah TNI untuk menguatkan tekad dan komitmen bersama, sehingga TNI benar-benar menjadi institusi terpecaya di negeri ini," kata Gatot di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

(baca: Jokowi Apresiasi Vonis Seumur Hidup Brigjen Teddy)

Menurut Gatot, sebagai bentuk komitmen pertanggungjawaban TNI terhadap masyarakat dan negara, setiap prajurit TNI tidak boleh melakukan korupsi sekecil apapun.

Gatot berharap, bila komitmen itu dijalankan secara konsisten, maka upaya mewujudkan TNI yang profesional akan terwujud.

"TNI yang kuat, hebat, profesional dan dicintai rakyat akan terwujud. Bukan hanya sekedar omongan kosong," ujar Gatot.

Sejumlah prajurit TNI sebelumnya terjerat kasus korupsi. Salah satunya terkait pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut.

Pusat POM TNI menetapkan Direktur Data dan Informasi Bakamla Laksamana Pertama (Laksma) TNI Bambang Udoyo sebagai tersangka.

Selain itu, Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti) II Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara kepada Letkol Cku Rahmat Hermawan. Ia terbukti mengkorupsi pajak TNI sebesar Rp 2 miliar.

Kemudian, Brigjen Teddy Hernayadi divonis seumur hidup oleh Hakim pada Pengadilan Militer Tinggi II, Penggilingan, Jakarta Timur.

Teddy dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi di Kementerian Pertahanan sejak 2010 hingga 2014 yang merugikan negara sebesar 12 juta dollar Amerika Serikat.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X