Penyelidikan Sebab Kebakaran Pasar Senen Dimulai Besok

Kompas.com - 19/01/2017, 20:48 WIB
Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGKepulan asap hitam membumbung tinggi dari peristiwa kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kebakaran yang terjadi sejak pukul 04.30 WIB itu diduga karena korsleting listrik di lantai satu Blok III dan masih dalam penanganan petugas yang mengerahkan sedikitnya 50 unit mobil pemadam kebakaran.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi belum dapat memastikan apa penyebab kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017). Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, saat ini fokus utama masih pada pemadaman dan evakuasi.

"Selesai itu ada investigasi. Setelah api dinyatakan padam, baru mulai," ujar Tito di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

"Jadi, besoklah baru bisa dimulai investigasinya oleh Pusat Laboratorium Forensik Polri," lanjut dia.

Polisi akan mencari tahu di mana awal mula titik api muncul. Setelah itu, polisi akan melakukan serangkaian tes ilmiah soal penyebab kebakaran.

"Misalnya uji karbon. Untuk mengetahui ada bekas minyak atau korsleting listrik. Penyebabnya akan kelihatan dari uji itu," ujar Tito.

(Baca:  Api yang Membakar Pasar Senen Sudah Bisa Dikendalikan Petugas)

Diketahui, kebakaran Pasar Senen itu terjadi mulai dari Kamis pagi. Sampai Kamis petang, proses pemadaman api masih berlangsung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo mengatakan, sejauh ini petugasnya sudah bisa mengendalikan api yang membakar Blok I dan II. Kesulitan pemadaman disebabkan karena area pasar dipenuhi material tekstil.

Oleh sebab itu, meski api sudah mati, namun masih menyisakan asap tebal dan masih mungkin untuk terbakar lagi jika dihembuskan angin.

"Tapi kami akan usaha untuk tetap maksimallah. Sehingga sampai jam berapapun, kami akan tetap melakukan upaya pemadaman," ujar Subejo di sekitar lokasi kejadian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X