Kabaharkam Nilai Kasus Pulomas Bisa Dihindari jika Satpam Diperbanyak

Kompas.com - 11/01/2017, 17:22 WIB
Rumah nomor 7A, Pulomas, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016). Akhdi martin pratamaRumah nomor 7A, Pulomas, Jakarta Timur pada Selasa (27/12/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayuseno menyayangkan terjadinya kasus penganiayaan dan pembunuhan keluarga di Pulomas.

Dalam kejadian ini, enam orang meninggal dan lima orang selamat. Menurut Putut, tewasnya lima orang tersebut bisa diantisipasi juga jika petugas keamanan yang berpatroli di sekitar perumahan itu jumlahnya memadai.

"Kalau satpamnya patroli mengawasi rumah almarhum, segera bertindak, bisa ditangani segera," ujar Putut di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Dokter memperkirakan kematian korban pada pagi hari. Kalau saja malam sebelumnya kejadian ini diketahui oleh satpam yang bertugas, maka nyawa korban bisa diselamatkan.

Oleh karena itu, Putut menekankan pentingnya antisipasi pengamanan dari Bhabinkamtibmas, terutama di wilayah yang rawan kriminal.

"Coba bayangkan, satu kali jaga hanya lima orang. Sementara pintu gerbangnya ada tiga. Kalau ini dijaga satu-satu dalam mengambil personel tiga orang, meng-cover seluas itu ya tidak cukup," kata Putut.

"Maka imbauan kami untuk penambahan anggota satpam untuk kompleks perumahan," ujar dia.

(Baca juga: Perampok di Pulomas Hanya Butuh 16 Menit untuk Merampok dan Menyekap)

Selain itu, peran Bhabinkamtibnas yang utama yakni mendeteksi gangguan keamanan di lingkungan tertentu. Saat menyambangi rumah ke rumah, petugas harus jeli menemukan apakah ada kejanggalan di lingkungan tersebut.

Contohnya, menurut Putut, keberadaan "pengantin" di Bekasi yang hendak melakukan pengeboman bunuh diri. Pelaku berinisial DYN itu mengontrak dan tampak tertutup dari lingkungan.

"Harus mendeteksi jangan-jangan orang ini mempunyai niat jahat," kata Putut.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Nasional
Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Begini Gambaran Karantina Wilayah Menurut Mahfud MD

Nasional
Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19,  Sempat Didiagnosa Tifus

Wali Kota: Pejabat Pemkot Bekasi Positif Covid-19, Sempat Didiagnosa Tifus

Nasional
Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Mahfud MD: DKI Kirim Surat kepada Presiden Minta Karantina Wilayah

Nasional
Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Covid-19 Mewabah, DPR Tetap Gelar Rapat Paripurna Senin Besok

Nasional
Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Pandemi Covid-19, Perppu Penundaan Pilkada 2020 Dinilai Penuhi Syarat untuk Diterbitkan

Nasional
KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

KPU Disebut Tak Punya Kewenangan Tunda Penyelenggaraan Pilkada 2020

Nasional
Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Pemerintah: Lindungi yang Sakit Covid-19, Jangan Distigmatisasi...

Nasional
Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Soal Skema Penutupan Jalan di DKI, Korlantas: Tunggu Kebijakan Pemerintah

Nasional
Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Nasional
Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Melalui Ngaji Online Bareng, Taqy Malik dan Fathur Ajak Masyarakat Berdonasi

Nasional
Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Dampak Wabah Covid-19, KPU Buka Opsi Tunda Pilkada 2020 Selama 1 Tahun

Nasional
Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Ini Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 30 Provinsi per 29 Maret

Nasional
Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Rumah Sakit Diprioritaskan bagi Pasien Covid-19 yang Tak Mungkin Isolasi Mandiri

Nasional
Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Yurianto: Pemeriksaan Covid-19 Sudah Dilakukan terhadap Lebih dari 6.500 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X