Harga Cabai Naik, Jokowi Sebut Cuaca Jadi Penyebab

Kompas.com - 09/01/2017, 12:25 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Warga sedang memilih cabai di Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Kamis (5/1/2017). Hargai cabai melonjak drastis pasca-tahun baru. Di sejumlah daerah, harga cabai meroket dari puluhan ribu menjadi Rp 200-an ribu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga cabai menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Saat meninjau Pasar Kanjen, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (9/1/2017), Jokowi menyempatkan diri memantau harga cabai dari para pedagang.

"Yang cabai rawit merah Rp 100.000. Tapi yang cabai lain, cabai merah Rp 50.000, yang cabai hijau juga di kisaran Rp 45.000 sampai Rp 50.000," ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Istana.

Jokowi mengatakan, kenaikan harga cabai itu tak bisa dihindari. Sebab, kondisi pertanian cabai pada akhir 2016 memang kurang bagus.

Salah satunya, yakni soal cuaca yang sering hujan sehingga berimbas pada kurangnya pasokan.

(Baca: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 100.000 Per Kilogram)

"Yang namanya harga tergantung supply dan demand. Karena musim 2016 kemarin memang jelek untuk cabai sehingga banyak yang busuk dan gagal panen sehingga supply-nya kurang," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menginstruksikan supaya cabai di daerah yang pasokannya melimpah didistribusikan ke daerah yang kekurangan pasokan.

"Gorontalo stoknya melimpah, dari sana akan kami salurkan ke daerah lain," ujar Enggartiasto, pekan lalu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril

Close Ads X