Sandi Sebut Prabowo Presiden 2019-2024, Prabowo Diam

Kompas.com - 08/01/2017, 17:20 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada kader Gerindra di JIExpo, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017) Kompas.com/David Oliver PurbaKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan kepada kader Gerindra di JIExpo, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut Prabowo Subianto akan menjadi presiden RI 2019-2024 dalam pidato sambutannya di acara Rapat Akbar Partai Gerindra.

"Insya Allah, Prabowo Presiden Indonesia 2019-2024," kata Sandi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017).

Seluruh kader Gerindra yang memenuhi ruangan langsung menyambut ucapan Sandi dengan teriakan "Prabowo Presiden 2019".

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang hadir dalam acara tersebut terlihat diam saja. Dia tak merespons gelora dukungan para kader Gerindra.

Saat ditanyai wartawan saat hendak meninggalkan tempat acara, Prabowo menyebut 2019 masih lama.

"2019 masih lama, kita lihat nantilah," ucap dia.

Para wartawan kembali mendesak dengan menanyakan apakah nantinya jika Anies - Sandi menang di Pilgub DKI, momentum tersebut akan dijadikan awal mula pencapresannya.

Lagi-lagi, dia hanya menjawab singkat.

"Kami tak seperti itu kalau bicara politik. Kalau bagi saya bicara politik itu bicara kepentingan rakyat, kepentingan nasional. Kami enggak mau seperti itu, kami enggak mau menari di genderang orang lain," ujar dia.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X