Menag Nilai Toleransi Umat Beragama pada 2016 Cukup Baik

Kompas.com - 30/12/2016, 22:13 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016). Kristian ErdiantoMenteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai toleransi antarumat beragama pada 2016, secara keseluruhan berjalan cukup baik.

Apalagi, kata dia, jika mengingat keberagaman masyarakat Indonesia yang terdiri dari banyak agama dan suku bangsa.

"Itu kalau kita lihat dengan sudut pandang nasional ya, sudut pandang makro. Rasanya sudah bagus di tengah tingkat keragaman kita yang ekstrem," kata Lukman di Kompleks Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

(Baca: Toleransi Antarumat Beragama ala Tana Toraja)


Kendati demikian, Lukman mengakui masih ada konflik yang dikesankan atas nama agama terjadi di sejumlah daerah. Pada dasarnya, kata dia, konflik tersebut sama sekali tak berlatar belakang agama. 

Hanya, ada pihak-pihak yang berupaya mengadudomba yang membuat konflik tersebut berkesan pecah karena perbedaan agama. 

Meski jumlahnya tidak banyak, konflik itu tetap harus diredam dengan mengoptimalkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di setiap daerah.

(Baca: Indahnya Toleransi di Kampus-kampus Yogyakarta)

"Jadi memang sudah bagus tapi masih harus diwaspadai di daerah-daerah. Di 2017 nanti kami optimalkan lagi fungsi FKUB agar masyarakat tak terprovokasi oleh isu agama yang sebenarnya untuk kepentingan lain," lanjut Lukman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RUU Ketahanan Keluarga Atur LGBT Wajib Lapor, Komnas HAM: Itu Diskriminatif

RUU Ketahanan Keluarga Atur LGBT Wajib Lapor, Komnas HAM: Itu Diskriminatif

Nasional
Teman Eks Dirut PT INTI Mengaku Serahkan Uang Rp 2 Miliar untuk Eks Dirkeu AP II

Teman Eks Dirut PT INTI Mengaku Serahkan Uang Rp 2 Miliar untuk Eks Dirkeu AP II

Nasional
Tanggapi RUU Ketahanan Keluarga, Dasco Sebut Tak Ingin Hasilkan UU Kontroversial

Tanggapi RUU Ketahanan Keluarga, Dasco Sebut Tak Ingin Hasilkan UU Kontroversial

Nasional
Mahfud Janji Tindak Lanjuti Keputusan Komnas HAM soal Paniai

Mahfud Janji Tindak Lanjuti Keputusan Komnas HAM soal Paniai

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga Atur Kewajiban Istri: Urus Rumah Tangga hingga Penuhi Hak Suami

RUU Ketahanan Keluarga Atur Kewajiban Istri: Urus Rumah Tangga hingga Penuhi Hak Suami

Nasional
TNI AU Sukses Upgrade F-16, Canggihnya Jadi Setara Pesawat Tempur Terbaru

TNI AU Sukses Upgrade F-16, Canggihnya Jadi Setara Pesawat Tempur Terbaru

Nasional
Sembuh dari Corona, WNI di Singapura Keluar Rumah Sakit

Sembuh dari Corona, WNI di Singapura Keluar Rumah Sakit

Nasional
Soal Salah Ketik di RUU Cipta Kerja, Wakil Ketua Baleg DPR Minta Pemerintah Jelaskan

Soal Salah Ketik di RUU Cipta Kerja, Wakil Ketua Baleg DPR Minta Pemerintah Jelaskan

Nasional
Mahfud Minta Polsek Tonjolkan Restorative Justice, Tak Usah Cari-cari Perkara

Mahfud Minta Polsek Tonjolkan Restorative Justice, Tak Usah Cari-cari Perkara

Nasional
Polemik Pembangunan Rumah Ibadah di Karimun, Ketua MPR Minta Kepala Daerah Jaga Kondusifitas

Polemik Pembangunan Rumah Ibadah di Karimun, Ketua MPR Minta Kepala Daerah Jaga Kondusifitas

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga Atur LGBT hingga Sadomasokis, Ini 5 Pengusulnya

RUU Ketahanan Keluarga Atur LGBT hingga Sadomasokis, Ini 5 Pengusulnya

Nasional
Dalam Draf RUU Ketahanan Keluarga Diatur Larangan Aktivitas BDSM

Dalam Draf RUU Ketahanan Keluarga Diatur Larangan Aktivitas BDSM

Nasional
RUU Ketahanan Keluarga Atur Sewa Rahim, Pelaku Dipidana dan Denda Rp 500 Juta

RUU Ketahanan Keluarga Atur Sewa Rahim, Pelaku Dipidana dan Denda Rp 500 Juta

Nasional
LBGT Diatur RUU Ketahanan Keluarga, Pengusul Sebut atas Nama Pancasila

LBGT Diatur RUU Ketahanan Keluarga, Pengusul Sebut atas Nama Pancasila

Nasional
KPK Panggil Anak Bupati Sidoarjo sebagai Saksi

KPK Panggil Anak Bupati Sidoarjo sebagai Saksi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X