Kata Jokowi soal "Om Telolet Om"

Kompas.com - 23/12/2016, 11:50 WIB
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberi sambutan saat Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberi sambutan saat Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

KARAWANG, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo ikut berkomentar soal fenomena "om telolet om".

Celoteh soal "om telolet om" berawal dari fenomena masyarakat yang meminta sopir bus untuk membunyikan klakson bernada "telolet".

Awalnya Jokowi tertawa saat ditanya mengenai fenomena yang tengah ramai menjadi perbincangan di masyarakat dan media sosial tersebut.

Menurut dia, mendunianya "om telolet om" ini adalah kekuatan dan potensi dari media sosial.

Baca: Om Telolet Om Jadi Perbincangan Seleb Dunia di Twitter

"Dan itu adalah sebuah kesenangan dari rakyat untuk memperoleh sebuah hiburan, hobi," kata Jokowi seusai menghadiri Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016).

Namun, Jokowi berpesan agar jangan sampai fenomena ini membahayakan keselamatan.

Oleh karena itu, masyarakat yang meminta bunyi klakson hingga sopir bus harus mengetahui batasan-batasannya.

Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai Kementerian Perhubungan yang melarang sopir bus memainkan klakson telolet.

"Pasti ada batasnya dong. Masa bus baru berjalan tiba-tiba dicegat di tengah jalan," ujar  Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X