Mengaku Banyak yang Mendukung, Yuddy Chrisnandi Tak Akan Maju Jadi Caketum Hanura

Kompas.com - 20/12/2016, 14:29 WIB
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Yuddy Chrisnandi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraMantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Yuddy Chrisnandi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kader Partai Hanura Yuddy Chrisnandi mengaku mendapatkan dukungan dari banyak pihak untuk maju menjadi calon Ketua Umum Hanura.

Namun, dia tidak akan mengikuti dukungan itu.

"Banyak aspirasi atau desakan yang cukup kuat dari kader Partai Hanura, baik di pusat, daerah, di cabang, maupun masyarakat umum, kepada saya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Hanura," ujar Yuddy, melalui keterangan persnya, Selasa (20/12/2016).

"Atas itu, saya ucapkan terima kasih. Namun mencermati suasana kebatinan internal partai saat ini, bukan saat yang tepat bagi saya untuk berkontestasi (menjadi calon ketua umum Hanura," lanjut dia.

Yuddy menyerahkan sepenuhnya kepada Wiranto mengenai siapa yang layak maju sebagai calon ketua umum .

"Pak Wiranto tentunya sudah mempertimbangkan dengan seksama rencana suksesi kepemimpinan partai melalui Munaslub dan siapa yang dianggap paling tepat menggantikan eliau untuk kepentingan saat ini," ujar Yuddy.

"Demi persatuan, soliditas dan keutuhan partai Hanura, saya mendukung sepenuhnya pilihan Pak Wiranto dan segenap pengurus partai di semua tingkatan," lanjut dia.

Ia berharap keputusan Munaslub mampu mendorong partainya menjadi partai menengah yang semakin besar, memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat serta memperkuat demokrasi yang telah berjalan.

Yuddy, yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai calon Duta Besar untuk Ukraina-Armenia-Georgia itu, mengaku, akan tetap berkontribusi ke perkembangan partai.

"Jarak yang terbentang karena tugas saya bukan kendala yang membatasi perhatian dan peran saya untuk kemajuan Partai Hanura di masa depan," ujar Yuddy.

Hanura akan menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub), Rabu (21/12/2016) besok.

Salah satu agendanya yakni memilih ketua umum menggantikan Wiranto yang kini menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Sekretaris Jenderal Hanura Berliana Kartakusuma mengatakan, Oesman Sapta Odang berpotensi kuat untuk menjadi pengganti Wiranto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Nasional
Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Nasional
Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Nasional
LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

Nasional
Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Nasional
UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Nasional
Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X