Kompas.com - 12/12/2016, 16:39 WIB
Pasien yang merupakan korban gempa dirawat di lorong RSUD Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu, (8/12/2016). Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Pidie Jaya, Aceh pada Rabu (7/12/2016), mengakibatkan banyak korban luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, Meureudeu, Aceh. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPasien yang merupakan korban gempa dirawat di lorong RSUD Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu, (8/12/2016). Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang berpusat di Pidie Jaya, Aceh pada Rabu (7/12/2016), mengakibatkan banyak korban luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya, Meureudeu, Aceh.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah pengungsi akibat gempa bumi di Aceh mencapai 83.838 jiwa. Pengungsi tersebut berasal dari Pidie Jaya sebanyak 82.122 orang di 120 titik dan 1.716 orang di empat titik di Kabupaten Bireuen.

"Pengungsi terus bertambah karena masuknya laporan dari pos pengungsian ke posko utama," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Senin (12/12/2016).

Distribusi 82.122 pengungsi di Pidie Jaya terbagi di Kecamatan Meureudu sebanyak 13.965, Meurah Dua sebanyak 11.391, Trianggadeng 18.512, Bandar Baru 14.209, Pante Raja 8.153, Bandar Dua 3.170, Ulim 9.763, dan Jangka Buaya 2.959 orang.

Kemudian, dari 1.716 orang pengungsi di Bireuen tersebar di Matang Mns Blang 1.100 orang, Masjid Matang Jareung 13, Masjid Alghamamah 405, dan Masjid Kandang 198 orang.

Sementara itu, kerusakan fisik akibat gempa yang berhasil dicatat yaitu rumah sebanyak 11.668 unit, masjid 61 unit, meunasah 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, dan fasilitas pendidikan 16 unit.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan, data pengungsi yang terus melonjak akan dicermati dengan baik. Menurut Said, Satgas Tanggap Darurat akan mengambil sikap penanganan selanjutnya untuk menghindari lonjakan pengungsi.

"Bantuan yang disalurkan disepakati untuk kebutuhan pokok, beras, minyak goreng, telur, dan gula. Kami sepakati, kami buat rekap kebutuhan selama tujuh hari," kata Said yang juga selaku Komandan Satgas Tanggap Darurat di Pidie Jaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, perintah Presiden dalam percepatan penanganan darurat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga pelayanan dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Data dampak bencana harus secepatnya dituntaskan. Kalau tidak ada database yang valid, kami sulit untuk selesaikan pekerjaan ini. Salah satunya jumlah pengungsi," kata Willem.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel bagi Anggota DPR Dinilai Tidak Merakyat

Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel bagi Anggota DPR Dinilai Tidak Merakyat

Nasional
Satgas: Jangan Merasa Aman dari Covid-19 meski Tak Masuk Daerah Level 4

Satgas: Jangan Merasa Aman dari Covid-19 meski Tak Masuk Daerah Level 4

Nasional
Cegah Penularan Covid-19, Jokowi Imbau Masyarakat Tak Makan di Tempat

Cegah Penularan Covid-19, Jokowi Imbau Masyarakat Tak Makan di Tempat

Nasional
Satgas Covid-19: Tingkatkan Penanganan di IGD agar Kasus Kematian Turun

Satgas Covid-19: Tingkatkan Penanganan di IGD agar Kasus Kematian Turun

Nasional
Stepanus Robin Ubah Keterangan di Sidang, KPK: Akan Kami Ungkap Kebenarannya

Stepanus Robin Ubah Keterangan di Sidang, KPK: Akan Kami Ungkap Kebenarannya

Nasional
Menanti Tindakan Korektif Pimpinan KPK atas Malaadministrasi TWK

Menanti Tindakan Korektif Pimpinan KPK atas Malaadministrasi TWK

Nasional
Pembatasan Waktu Makan 20 Menit di Warteg yang Tuai Polemik...

Pembatasan Waktu Makan 20 Menit di Warteg yang Tuai Polemik...

Nasional
Duduk Perkara Kekerasan Tentara terhadap Warga di Merauke Versi TNI AU

Duduk Perkara Kekerasan Tentara terhadap Warga di Merauke Versi TNI AU

Nasional
[POPULER NASIONAL] 2.069 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari | KPK Diminta Tindaklanjuti Temuan Ombudsman

[POPULER NASIONAL] 2.069 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari | KPK Diminta Tindaklanjuti Temuan Ombudsman

Nasional
KSAU Minta Maaf dan Tindak Tegas Prajurit Pelaku Kekerasan terhadap Warga di Merauke

KSAU Minta Maaf dan Tindak Tegas Prajurit Pelaku Kekerasan terhadap Warga di Merauke

Nasional
Mensos Risma Minta Kepala Daerah Kawal Penyaluran Bansos

Mensos Risma Minta Kepala Daerah Kawal Penyaluran Bansos

Nasional
Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Periksa Hengky Kurniawan, KPK Dalami Pembagian Tugas dengan Aa Umbara di Bandung Barat

Nasional
Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Periksa Saksi, KPK Dalami Penerimaan dan Penggunaan Uang Eks Penyidik Stepanus Robin

Nasional
Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Kuasa Hukum Yakin Hakim Kabulkan Permohonan Praperadilan Angin Prayitno Aji

Nasional
Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Megawati Instruksikan Kader PDI-P Bantu Penanganan Pandemi Lewat Kegiatan Partai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X