Ketersediaan Air Bersih di Sejumlah Pos Pengungsian di Aceh Masih Kurang

Kompas.com - 10/12/2016, 16:15 WIB
Situasi rumah yang runtuh akibat gempa di Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). Desa Kuta Pangwa adalah titik desa terparah dan menyebabkan puluhan rumah warga hancur dan memakan 15 orang dari 9 kepala keluarga.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGSituasi rumah yang runtuh akibat gempa di Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). Desa Kuta Pangwa adalah titik desa terparah dan menyebabkan puluhan rumah warga hancur dan memakan 15 orang dari 9 kepala keluarga.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, air menjadi salah satu kebutuhan yang masih kurang terpenuhi di Aceh pasca gempa yang terjadi pada Rabu (7/12/2016) kemarin.

Kurangnya ketersediaan Air bersih karena banyak sumur tidak dapat digunakan, akibat gempa. Selain itu, karena rusaknya jaringan listrik di sejumlah tempat. Sehingga, pompa-pompa air yang ada juga tidak dapat digunakan.

"Air bersih masih diperlukan karena pos pengungsian masih kekurangan air bersih," ujar Sutopo di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

Adapun air tanah yang bisa diambil warga di sejumlah lokasi, justru tidak layak untuk dikonsumsi. Sebab, air tersebut tampak keruh, bahkan berwarna hitam.

Sutopo menambahkan, hinga saat ini masih diupayakan pemenuhan air bersih dengan mengirimkan tangki air dan membangun hydrant di sejumlah tempat.

"Kami juga berkoordinasi dengan PLN (perusahaan listrik negara) untuk segera memulihkan jaringan listrik," ujarnya.

Sutopo menyebut jumlah warga yang mengungsi mencapai 45.329 jiwa. Rinciannya, sebanyak 43.613 orang berada di Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan 1.716 orang berada di Kabupaten Bireuen.

Namun, jumlah ini masih terus berubah-ubah. Sebab, pada siang hingga sore hari, banyak pengungsi yang kembali ke rumahnya masing-masing atau melakukan aktivitas lainnya. Kemudian pada malam hari, mereka kembali beristirahat di tenda pengungsian.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X