Ditanya soal BLT, Djarot Cerita Waktu Kecil Dia Menjual Layangan

Kompas.com - 29/11/2016, 19:12 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat saat kampanye di Kalideres, Jakarta Barat. Rabu ( 07/12/2016). Djarot berdiskusi mengenai banjir dengan warga setempat. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELICalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat saat kampanye di Kalideres, Jakarta Barat. Rabu ( 07/12/2016). Djarot berdiskusi mengenai banjir dengan warga setempat.
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat kampanye di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016), calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, sempat ditanya warga soal bantuan langsung tunai (BLT) yang jadi program andalan kedua lawannya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan.

Djarot menjawab bahwa sejumlah programnya bersama pasangannya Basuki Thajaha Purnama atau Ahok lebih bermanfaat ketimbang BLT. Program itu antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan besaran hingga Rp 600 ribu tiap bulan. Anak-anak sekolah juga digratiskan naik Transjakarta.

Djarot juga menyebut operasi pasar dan BPJS Kesehatan yang preminya dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Itu nilainya lebih besar dari BLT, masyarakat jangan dikasih yang instan-instan, nanti mereka mengharapkan meminta-minta, nanti bangsa kita mentalnya rusak. Kita bangun mental bangsa kita pejuang," ujar Djarot kepada warga.

Djarot lantas menceritakan didikan dari orangtuanya soal meminta-minta. Ketika kecil, Djarot mengaku tak pernah meminta atau menerima tunjangan hari raya (THR) dari orang-orang.

"Lebaran nggak boleh saya, tidak mau, saya bilang teman-teman saya, kalau kamu mau dapat duit kamu harus kerja," kata Djarot.

Djarot mengaku semasa kecilnya ia mendapatkan uang dengan membuat layang-layang. Hasil penjualan layang-layang itu lalu digunakan untuk membeli mercon di pasar. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Djarot mengatakan meski sekarang layang-layang tak laku, ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan warga, seperti menjadi pembuang benang di konveksi.

"Daripada minta-minta, malu dong, mending buang benang, lebih halal, barokah. Kalau instan pasti cepat habis, enggih to?" kata Djarot.

Djarot meminta warga tak berharap pada bantuan tunai. Dana tunai rawan korupsi tetapi minim hasil nyata.

Ia juga meminta warga tak khawatir jika benar-benar membutuhkan uang untuk keperluan mendesak. Sebab sebagai gubernur dan wakil gubernur, ada dana operasional yang bisa diberikan buat warga yang membutuhkan uang untuk menebus uang ujian maupun biaya berobat di rumah sakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Omicron Menyebar, Kemenkes: Di Indonesia Delta Masih Dominan

Varian Omicron Menyebar, Kemenkes: Di Indonesia Delta Masih Dominan

Nasional
Berbisik, Lulung Ucapkan Terima Kasih ke Zulkifli Hasan yang Menjenguknya

Berbisik, Lulung Ucapkan Terima Kasih ke Zulkifli Hasan yang Menjenguknya

Nasional
Antisipasi Nataru dan Ancaman Varian Omicron, Satgas Minta 6 Indikator Ini Harus Dimonitor

Antisipasi Nataru dan Ancaman Varian Omicron, Satgas Minta 6 Indikator Ini Harus Dimonitor

Nasional
Pemerintah Berupaya Tingkatkan Kewirausahaan di Kalangan Generasi Muda

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Kewirausahaan di Kalangan Generasi Muda

Nasional
Ketua Komisi I Tak Tahu Hillary Lasut Minta Ajudan dari TNI

Ketua Komisi I Tak Tahu Hillary Lasut Minta Ajudan dari TNI

Nasional
Ridwan Kamil Percaya Diri Masuk Parpol, Pengamat: Elektabilitasnya Masih Standar

Ridwan Kamil Percaya Diri Masuk Parpol, Pengamat: Elektabilitasnya Masih Standar

Nasional
Cegah Penularan Lebih Dini, Satgas Covid-19 Gencarkan 4 Tahap Penelusuran Kontak

Cegah Penularan Lebih Dini, Satgas Covid-19 Gencarkan 4 Tahap Penelusuran Kontak

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Segera Menindaklanjuti Inmendagri Nomor 63 dan 64

Satgas Covid-19 Minta Kepala Daerah Segera Menindaklanjuti Inmendagri Nomor 63 dan 64

Nasional
Waspada Omicron, Pemerintah Perketat Testing dan Tracing Pelaku Perjalanan Internasional

Waspada Omicron, Pemerintah Perketat Testing dan Tracing Pelaku Perjalanan Internasional

Nasional
Jokowi ke Kapolri: Hati-hati Kapoldamu, kalau Kasus Covid-19 Naik, Saya Perintah Ganti

Jokowi ke Kapolri: Hati-hati Kapoldamu, kalau Kasus Covid-19 Naik, Saya Perintah Ganti

Nasional
Jika Gabung Parpol, Ridwan Kamil Dinilai Tak Otomatis Jadi Capres

Jika Gabung Parpol, Ridwan Kamil Dinilai Tak Otomatis Jadi Capres

Nasional
Anggota DPR Hillary Lasut Minta Ajudan dari TNI, Dudung: Tidak Akan Saya Penuhi

Anggota DPR Hillary Lasut Minta Ajudan dari TNI, Dudung: Tidak Akan Saya Penuhi

Nasional
Sidak ke Terminal BBM di Bali, Jokowi: Bagaimana Stok BBM?

Sidak ke Terminal BBM di Bali, Jokowi: Bagaimana Stok BBM?

Nasional
Masyarakat Diharapkan Bantu Beri Informasi Rekam Jejak Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu

Masyarakat Diharapkan Bantu Beri Informasi Rekam Jejak Bakal Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nasional
Menteri PPPA Dorong Peningkatan Akses Fasilitas Kesehatan bagi Perempuan dan Anak

Menteri PPPA Dorong Peningkatan Akses Fasilitas Kesehatan bagi Perempuan dan Anak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.