Kompas.com - 24/11/2016, 12:32 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman di Rakornas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, Rabu (24/11/2016) malam. Sejumlah topik dibicarakan pada pertemuan itu.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, Prabowo menegaskan posisi Gerindra dan PKS yang tetap sebagai oposisi pemerintah.

"Jadi Pak Prabowo ingin menegaskan bahwa PKS dan Gerindra adalah dua sekutu (pemerintah) yang harus tetap solid dan membagi formasi, bertukar pandangan terhadap perkembangan di lapangan," ujar Hidayat saat dihubungi, Kamis (24/11/2016).

(Baca: Jokowi-Prabowo Harmonis, Fadli Zon Tegaskan Gerindra Tetap Oposisi)

Namun, dalam konteks ini, PKS dan Gerindra berposisi sebagai oposisi yang positif. Artinya, kata Hidayat, Gerindra dan PKS akan mendukung kebijakan pemerintah yang dirasa positif bagi bangsa dan negara.

Namun akan dikritisi jika pemerintah tak menunaikan janji saat pilpres lalu dan jika ada kebijakan yang tak sesuai harapan masyarakat. 

Adapun poin lain yang dibahas di antaranya mengenai Pilkada DKI dan situasi negara yang seolah mencekam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi kami menegaskan bahwa pilkada bukan ajang bullying atau balas bullying. Apalagi sampai adu domba di tingkat rakyat tapi harus mengambil jalan kemenangan pilkada melalui jalan-jalan yang bermartabat," kata Hidayat.

(Baca: Anies Puji Pertemuan Jokowi dengan Prabowo)

Adapun video hasil pertemuan PKS dan Gerindra semalam juga diunggah lewat akun facebook resmi PKS.

Dalam video tersebut Prabowo menekankan bahwa pilkada harus berlangsung dengan suasana baik dan kondusif. Semua pihak harus mengutamakan kesejukan dan kekeluargaan.

"Yang penting bagi kita, semua pihak menjaga suasana yang damai, rukun. Kita harus ingat kita negara yang besar dan tentunya kita berharap bahwa semua masalah bisa kita selesaikan dengan kekeluargaan," ujar Prabowo dalam video tersebut. 

Kompas TV Gerindra Bantah Jadi Partai Pendukung Pemerintah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

JPU: 4 Laskar FPI Dimasukkan ke Mobil Tanpa Diborgol, Polisi Langgar SOP

Nasional
Rita Widyasari Sempat Diminta Akui Pemberian Rp 8 Miliar dan Rp 200 Juta untuk Stepanus Robin

Rita Widyasari Sempat Diminta Akui Pemberian Rp 8 Miliar dan Rp 200 Juta untuk Stepanus Robin

Nasional
Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Kini Sekitar 0,5 Persen

Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Kini Sekitar 0,5 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.