Bareskrim Selidiki Dugaan Makar

Kompas.com - 22/11/2016, 11:06 WIB
Wakapolri Komjen Syafruddin saat ditemui usai rapat tertutup di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016). Kristian ErdiantoWakapolri Komjen Syafruddin saat ditemui usai rapat tertutup di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Sjafruddin mengatakan, informasi soal dugaan makar telah ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Masih ditangani Bareskrim bekerja sama dengan intelijen," ujar Sjafruddin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Saat ditanya siapa tokoh di balik dugaan makar, Sjafruddin tidak mau mengungkapnya. Demikian juga saat ditanya sejak kapan kelompok yang diduga akan melakukan makar itu mulai bergerak.

"Kami enggak bisa kasih tahu secara merinci. Karena masih dalam penyelidikan, belum bisa kami ekspose," ujar dia.

(Baca; Jokowi Mengaku Tak Khawatir Upaya Makar)

Mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu juga mengatakan, bahwa aksi dugaan makar tersebut tidak hanya dipantau Polri, melainkan juga TNI.

"Panglima kan sudah memberikan statemen kuat. Kegiatan itu kan dipantau oleh semua aspek, TNI memantau, Polri memantau, BIN memantau. Jadi biarkan bekerja dulu," ujar dia.

Diberitakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri akan menjaga ketat aksi 25 November 2016. (Baca: Kapolri Sebut Ada Upaya Makar pada Aksi 25 November)

Pasalnya, aksi itu berpotensi pada upaya penggulingan pemerintahan. "Kalau itu bermaksud untuk menjatuhkan atau menggulingkan pemerintahan, termasuk pasal makar," ujar Tito dalam konferensi pers, Senin (21/11/2016).

Bahkan, Tito mengaku mendapatkan informasi bahwa ada 'penyusup' di balik aksi unjuk rasa itu dan akan menduduki gedung DPR/MPR Senayan.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Polri dan TNI waspada terhadap gerakan-gerakan di Indonesia yang mengarah pada makar. (Baca: Kapolri Sebut Ada Upaya Makar, Ini Instruksi Jokowi)

"Itu tugasnya Polri dan TNI untuk waspada. Yang membahayakan NKRI, yang membahayakan demokrasi kita," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X