Hanura: Kami Dukung Ahok-Djarot Bukan karena Pertimbangan Untung Rugi

Kompas.com - 21/11/2016, 20:40 WIB
Anggota Komisi III sekaligus Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Sarifuddin Sudding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraAnggota Komisi III sekaligus Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Sarifuddin Sudding di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016)
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan, keputusan Hanura mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, bukan karena pertimbangan untung dan rugi.

Oleh karena itu, Sudding menekankan, Hanura sama sekali tak mau berandai-andai soal proses hukum yang kini dijalani Ahok.

Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Menurut Sudding, yang dilakukan saat ini adalah fokus pada langkah pemenangan Ahok-Djarot.

"Soal Ahok terpidana dan nantinya merugikan partai, itu masih sebatas wacana dan kami enggak mau berandai-andai. Kami dukung Ahok-Djarot bukan karena untung rugi," kata Sudding, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Ia mengatakan, Hanura mendukung pasangan petahana itu karena faktor kemampuan yang dimiliki keduanya.

"Dengan kemampuan Ahok-Djarot, kami yakin ada harapan yang dimiliki Jakarta untuk ke depannya, karena itulah kami mendukung Ahok-Djarot. Saya kira tak perlu bicara untung rugi, kita bicara tentang Jakarta yang lebih baik," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei TII: Hanya 50 Persen Responden Menilai Kinerja KPK Cukup Baik

Survei TII: Hanya 50 Persen Responden Menilai Kinerja KPK Cukup Baik

Nasional
Pimpinan Komisi II: Tak Elok DPRD DKI Usulkan Kenaikan Gaji Saat Krisis Pandemi Covid-19

Pimpinan Komisi II: Tak Elok DPRD DKI Usulkan Kenaikan Gaji Saat Krisis Pandemi Covid-19

Nasional
Jokowi: Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas Harus Berdasar HAM

Jokowi: Perlindungan bagi Penyandang Disabilitas Harus Berdasar HAM

Nasional
Duduk Perkara Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Duduk Perkara Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean

Nasional
Gakkumdu: 104 Dugaan Tindak Pidana Pemilu Disidik, Paling Banyak Terkait Netralitas ASN

Gakkumdu: 104 Dugaan Tindak Pidana Pemilu Disidik, Paling Banyak Terkait Netralitas ASN

Nasional
Kuasa Hukum Sebut Ustaz Maaher Belum Pernah Dipanggil untuk Pemeriksaan Pendahuluan

Kuasa Hukum Sebut Ustaz Maaher Belum Pernah Dipanggil untuk Pemeriksaan Pendahuluan

Nasional
Survei TII: Publik Nilai DPR Institusi Paling Korup

Survei TII: Publik Nilai DPR Institusi Paling Korup

Nasional
Jokowi: Buang Jauh-jauh Ego Sektoral, Kita Harus Gerak Cepat dalam Situasi Krisis

Jokowi: Buang Jauh-jauh Ego Sektoral, Kita Harus Gerak Cepat dalam Situasi Krisis

Nasional
Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Wapres Sebut Pemerintah Telah Berupaya Percepat Perizinan dengan Teknologi Digital

Nasional
Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Wapres Berharap Pembangunan Perumahan MBR Gunakan Skema Padat Karya

Nasional
KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

KPK Amankan 8 Unit Sepeda dari Rumah Dinas Edhy Prabowo, Diduga Hasil Suap

Nasional
Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Wapres Minta Pengembang Perumahan Jaga Kepercayaan Masyarakat

Nasional
Ditangkap Penyidik Bareskrim Kamis Subuh, Ustaz Maaher Berstatus Tersangka

Ditangkap Penyidik Bareskrim Kamis Subuh, Ustaz Maaher Berstatus Tersangka

Nasional
Jokowi: Kerja Keras 9 Bulan Atasi Pandemi dan Ekonomi Mulai Buahkan Hasil

Jokowi: Kerja Keras 9 Bulan Atasi Pandemi dan Ekonomi Mulai Buahkan Hasil

Nasional
Sentra Gakkumdu Terima 3.814 Laporan dan Temuan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilihan

Sentra Gakkumdu Terima 3.814 Laporan dan Temuan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilihan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X