Kompas.com - 20/11/2016, 17:55 WIB
Presiden Joko Widodo menunggangi kuda bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016) siang. Dalam pertemuan tertutup sekitar dua jam, Jokowi mengaku membicarakan berbagai persoalan dengan Prabowo mulai dari politik hingga masalah ekonomi. BIRO PERS ISTANA KEPRESIDENANPresiden Joko Widodo menunggangi kuda bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Senin (31/10/2016) siang. Dalam pertemuan tertutup sekitar dua jam, Jokowi mengaku membicarakan berbagai persoalan dengan Prabowo mulai dari politik hingga masalah ekonomi.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, melihat adanya sinyal koalisi yang tengah dibangun antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurut Ray, sinyal tersebut dapat dilihat dari dua kali pertemuan kedua tokoh yang pernah bersaing di pemilu presiden 2014 lalu itu.

"Dua kali pertemuan Jokowi dan Prabowo, sinyal itu tak sulit," kata Ray dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (20/11/2016).

Pertemuan pertama dilakukan di kediaman Prabowo di Bukit Hambalang, Bogor. Jokowi berkunjung ke kediaman Prabowo pada 31 Oktober 2016.

Pertemuan berlangsung akrab dan ditutup dengan menunggangi kuda milik Prabowo.

(Baca: Pesan Damai dari Aksi Berkuda Jokowi dan Prabowo...)

Lalu pertemuan kedua terjadi di Istana Negara, 17 November lalu. Kali ini, Prabowo yang menemui Jokowi untuk memenuhi undangan makan siang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ray, sinyal koalisi sudah sangat jelas disampaikan oleh Prabowo melalui pernyataannya.

"Pak Prabowo terakhir menyampaikan pesan heroik, yaitu Gerindra siap membantu pemerintah di mana pun dan kapan pun," kata Ray.

(Baca: Di Depan Jokowi, Prabowo Tegaskan Siap Bantu Pemerintah)

Tentunya, lanjut dia, masih butuh waktu hingga Gerindra benar-benar masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah. Sebab, dukungan yang diberikan Gerindra harus dikompensasikan dengan kursi menteri.

"Kalau masuk begitu saja Gerindra merugi, tapi kalau ada jaminan perubahan kabinet lumayan," ucap Ray.

Kompas TV Presiden Jokowi Bertemu Prabowo Subianto
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Tak Setuju Kemenag Disebut Hadiah Negara untuk NU, Pimpinan MPR: Hasil Perjuangan Tokoh Islam Era Kemerdekaan

Nasional
Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Sebaran 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia pada 24 Oktober 2021

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 32,61 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

UPDATE 24 Oktober: Sebaran 623 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI

Nasional
UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Oktober: 14.360 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

UPDATE: 214.745 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 1,12 Persen

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Tercatat 5.104

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

UPDATE 24 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.082.454, Tambah 1.037

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 29, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 143.205 Orang

Nasional
Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Hadiri TB Summit 2021, Dompet Dhuafa Dukung Percepatan Pengurangan Kasus TBC di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Bertambah 623, Kini Ada 4.240.019 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Usulan Pemerintah Soal Pemilu 15 Mei 2024 Dikhawatirkan Ganggu Tahapan Pilkada

Nasional
Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Mendorong Sinergi Parekraf dan UMKM

Nasional
Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Pemerintah dan DPR Diminta Tak Intervensi KPU Tentukan Jadwal Pencoblosan Pemilu

Nasional
Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

Tanggapan Muhammadiyah soal Menag Sebut Kemenag Hadiah untuk NU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.