Pesan Prabowo dari Istana, Penangkapan AKBP Brotoseno, hingga Isu "Rush Money"

Kompas.com - 18/11/2016, 07:05 WIB
Kristian Erdianto Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno selaku ketua pelaksana satuan tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).

Bagi Anda yang mengakses berita dari desktop, Anda bisa menelusuri arsip-arsip berita terkait Prabowo, klik di sini.

 

2. Tangkap AKBP Brotoseno, Divisi Propam Sita Uang Rp 3 Miliar

Kepala Unit di Direktorat Tindak Pidana Korupsi AKBP Brotoseno ditangkap dalam operasi tangkap tangan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Informasi soal penangkapan ini dibenarkan oleh Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Dwi Priyatno.

"Iya, oleh Satgas Polri, ketuanya Kepala Divisi Propam (Irjen Pol Idham Aziz)," ujar Dwi saat dikonfirmasi, Kamis (17/11/2016).

Dalam tangkap tangan tersebut, polisi menyita Rp 3 miliar.

Saat ini, Brotoseno masih menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam. Dwi enggan mengungkap detail soal penangkapan Brotoseno.

Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Bareskrim Dalami Dugaan Pemerasan oleh AKBP Brotoseno

 

3. Pengunggah Video "Kapolda Metro Provokasi Massa FPI" Ditangkap Polisi

Akhdi Martin Pratama Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono saat diwawancarai di Mapolda Metro Jaya, Selasa (25/10/2016).
Polisi menangkap pengunggah video dugaan provokasi yang dilakukan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan pada unjuk rasa 4 November 2016 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pengunggah video tersebut berinisial MHS (52), warga Bekasi, Jawa Barat. Ia merupakan pemilik akun YouTube Muslim Friends.

"Terkait kasus mentransmisikan video yang mencemarkan atau menghina terkait dengan pernyataan Bapak Kapolda yang diedit oleh seseorang di YouTube, sudah dilakukan penangkapan," ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/11/2016).

Awi menjelaskan, MHS ditangkap di kosan-nya di kawasan Bekasi pada Selasa (15/11/2016). Awi menyampaikan, MHS telah menggiring opini publik dengan memberi judul video tersebut dengan kalimat seolah-olah Kapolda telah melakukan provokasi.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAmir Sodikin

Close Ads X