Kompas.com - 16/11/2016, 12:58 WIB
Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016). KOMPAS.com/Nabilla tashandraKetua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani menegaskan, partainya tak menarik dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilgub DKI 2017.

Sebab, kata Irma, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, partai politik tidak diperbolehkan menarik dukungan setelah meresmikannya saat pencalonan.

"Jadi, kami bukan menarik dukungan, tetapi mengevaluasi langkah partai ke depannya dengan posisi Ahok saat ini yang sudah berstatus tersangka," kata Irma saat dihubungi, Rabu (16/11/2016).

"Jadi, tidak benar itu kalau kami menarik dukungan dari Ahok," kata dia.

Irma menyatakan, Nasdem menyerahkan sepenuhnya proses hukum Ahok kepada pengadilan. Dia mengimbau agar masyarakat menghormati proses hukum yang berjalan.

Selain itu, dia juga berharap agar tak ada pihak yang mengintervensi proses hukum tersebut.

"Orang taat hukum itu ya harus mematuhi undang-undang dan menghormati semua proses hukum yang berjalan. Biarkan penegak hukum dan pengadilan memproses kasus ini se-obyektif mungkin," kata Irma.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Penetapan tersangka dilakukan Bareskrim Polri setelah melakukan gelar perkara terbuka terbatas di Mabes Polri sejak kemarin, Selasa (15/11/2016). (Baca: Ahok Jadi Tersangka, Sikap Nasdem Tunggu Surya Paloh)

Ahok ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kompas TV Ahok Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.