Fadli Zon: Bagi Indonesia, Lebih Baik Trump Jadi Presiden AS daripada Hillary

Kompas.com - 09/11/2016, 16:17 WIB
Donald Trump mengepalkan tangannya saat memastikan kemenangan dalam pemilihan presiden AS tahun ini. Di belakangnya terlihat pasagannya, Mike Pence. MARK WILSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPDonald Trump mengepalkan tangannya saat memastikan kemenangan dalam pemilihan presiden AS tahun ini. Di belakangnya terlihat pasagannya, Mike Pence.
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meyakini, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat akan membawa dampak yang lebih baik terhadap Indonesia ketimbang jika Hillary Clinton yang terpilih.

Sebab, kerja sama di bidang bisnis dan entrepreneur, menurut dia, akan lebih baik dengan terpilihnya Trump.

Sementara itu, jika Hillary yang terpilih, mantan senator tersebut dikhawatirkan akan ikut campur dalam urusan kebijakan di Indonesia.

(Baca: Donald Trump Menang, Fadli Zon Ucap Selamat dan Unggah Swafoto)

"(Donald Trump) buat Indonesia akan lebih bagus," kata Fadli saat dihubungi, Rabu (9/11/2016).

"Sementara Hillary, dia akan ikut campur dalam urusan seperti Timur Tengah kan banyak kebijakan Hillary, hancur-hancuran, dan sebagainya. Kalau Hillary menang akan ikut campur seperti urusan Papua," tutur politisi Partai Gerindra itu.

Fadli mengaku, dia sejak awal meyakini bahwa Trump akan memenangi pemilihan presiden AS. 

Dia meyakini, apa yang disampaikan Trump dalam kampanye terkait Islam hingga masalah imigran tidak akan dilakukannya.

Adapun dalam kampanyenya, salah satunya Trump pernah mengatakan akan melarang Muslim masuk ke AS.

Namun, dengan terpilihnya Trump, Fadli meyakini hubungan Indonesia dan AS akan lebih baik. Hubungan dalam bidang investasi harus ditingkatkan.

"Saya kira hubungan dagang, investasi, harus ditingkatkan di Indonesia," kata Fadli.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Jabodetabek Gugat Juliari Batubara Terkait Korupsi Bansos

Warga Jabodetabek Gugat Juliari Batubara Terkait Korupsi Bansos

Nasional
Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Nasional
YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

Nasional
Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Nasional
Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Nasional
Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Nasional
Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

Nasional
 Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Nasional
Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Nasional
Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Nasional
Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Nasional
Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X