Kompas.com - 06/11/2016, 21:04 WIB
Ruhut sitompul saat memberikan pernyataan di Bareskrim, Jakarta, (7/11/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGRuhut sitompul saat memberikan pernyataan di Bareskrim, Jakarta, (7/11/2016).
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengatakan seharusnya jurnalis dilindungi saat bertugas. Hal itu dia sampaikan menanggapi adanya tindak kekerasan verbal maupun nonverbal yang menimpa sejumlah jurnalis saat meliput demo 4 November.

"Jurnalis harus dilindungi, mereka sama seperti palang merah. Enggak boleh ada yang ganggu. Itu undang-undang internasional," ujar Ruhut, saat dihubungi, Minggu (6/11/2016).

Ruhut mengimbau jurnalis yang menjadi korban tindak kekerasan saat meliput aksi tersebut untuk melapor ke polisi. Dia yakin bahwa polisi akan memproses masalah tersebut.

"Kira-kira tahu (siapa pelakunya), laporkan. itu delik hukum murni, bukan delik aduan, itu penganiayaan. Harus ditindak, itu harus ditindak," ucap Ruhut.

(Baca: Din Syamsuddin: Kamerawan Kompas TV Bukan Provokator)

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat, setidaknya ada tiga jurnalis televisi menjadi korban kekerasan saat meliput demo 4 November. Demonstrasi itu dilakukan sejumlah organisasi masyarakat yang meminta Gubernur DKI Jakarta diproses hukum karena dianggap menistakan agama.

Ada rombongan kru dari sebuah stasiun televisi diusir dari Masjid Istiqlal karena dianggap membela kelompok tertentu. Kemudian, ada juga peristiwa pelemparan batu yang mengarah ke kelompok jurnalis yang meliput saat demo mulai memanas, dan di Medan, Sumatera Utara, rombongan jurnalis dari sebuah stasiun televisi juga diusir dari lokasi demo.

Ketua Bidang Advokasi AJI, Iman D Nugroho, meminta polisi mengusut provokator yang membakar kemarahan warga melalui penyebaran "meme" yang menyudutkan media massa.

Menurut dia, "meme" itu sengaja digulirkan pihak-pihak tertentu karena tidak setuju dengan pemberitaan media tertentu pula.

"Bila hal ini dibiarkan, maka di kemudian hari akan muncul rangkaian peristiwa serupa yang pada ujungnya menjadikan jurnalis sebagai sasaran kemarahan," kata Iman.

(Baca: AJI Minta Polisi Usut Penyebar "Meme" yang Sudutkan Media Massa)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.