Ren Muhammad

Pendiri Khatulistiwamuda yang bergerak pada tiga matra kerja: pendidikan, sosial budaya, dan spiritualitas. Selain membidani kelahiran buku-buku, juga turut membesut Yayasan Pendidikan Islam Terpadu al-Amin di Pelabuhan Ratu, sebagai Direktur Eksekutif.

Menyumpahi Pemuda

Kompas.com - 27/10/2016, 17:04 WIB
Ilustrasi KOMPAS/JITETIlustrasi
EditorWisnubrata

Kelak, dari kengototannya itu lahirlah karya monumental, Indonesia Menggugat, dan Sukarno pun dibuang empat tahun ke Ende.

Ada yang menarik ikhwal sumpah ini terkait Nabi Muhammad Saw dengan Sukarno. Jika Nabi Muhammad berupaya keras membongkar keseragaman bangsa Arab dan mengembalikannya pada kealamiahan manusia, Sukarno merangkum keberagaman kita dalam Pancasila.

Kontradiksi rumit seperti inilah yang dialami Sukarno semasa memimpin Indonesia. Sebagai tokoh yang paIing banyak menerbitkan kontroversi pada Abad-20, ia dipuja bagai dewa, dan dibenci seperti bandit, sebagaimana pengakuannya dalam Sukarno Penyambung Lidah Rakyat karangan Cindy Adams.

Kembali ke Sumpah Pemuda, bertalian dengan tumpah darah, mungkin tak ada soal berarti. Tapi perkara bahasa dan bangsa itu, kita punya perkara serius.

Sejak sumpah keramat ini dibacakan, 721 bahasa yang dikandung bangsa kita pelahan punah satu demi satu—lantaran penuturnya lebih memilih berbahasa Indonesia.

Bangsa Indonesia yang dicanangkan Sukarno sebagai kekuatan utama penggerak semangat merebut kemerdekaan, sejatinya adalah metode perjuangan saja.

Sebelum Ben Anderson menyebut gagasan kebangsaan sebagai imagine society (masyarakat terbayangkan), Sukarno sadar betul bahwa Indonesia adalah sebuah imaji baru dari gagasan besar sebelumnya yang bernama Nusantara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab bila ditilik secara primordial, bangsa terbesar yang purbani dan sejati adalah bangsa manusia. Itulah masalah paling rumit dunia kita sekarang. Kebangsaan manusia mulai pudar. Digerus konsep negara dan agama. Sehingga prinsip dasar kehidupan manusia jadi terabaikan.

Norma, moral, dan etika seolah menguap entah ke mana. Pada titik inilah harusnya para pemuda memulai pijakan langkahnya membangun adab baru. Mereka harus bisa membersihkan diri dari sampah peradaban dan jangan sampai malah menjadi sampah perdaban kita sekarang.

Upaya kritik ini sama sekali tak mengurangi rasa hormat saya pada para tetua bangsa kita. Tapi jika kita sungguh benar menyadari bahwa bahasa mencirikan sebuah bangsa, maka fenomena yang saya sodorkan ini tak bisa dianggap sebelah mata.

Kita perlu memikirkan jalan keluarnya, demi kemaslahatan negara-bangsa Indonesia. Saya doakan para pemuda kita berani membuat sumpahnya sendiri yang revolusioner dan kekinian, agar tak melulu terjebak pada romantisme masa lalu dan keisengan peradaban.

 

Depok, 25 Muharam 1438 H

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, KPK Dinilai ICW Tidak Serius

Nasional
Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Airlangga Urung Deklarasi Capres, Golkar: Masih Fokus Sebagai Menko dan Ketua KPC-PEN

Nasional
KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

KPI Belum Beri Jawaban Atas Permintaan Pendampingan Psikologis untuk MS

Nasional
KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

KPK Tahan Bupati Kuansing Andi Putra Usai Pemeriksaan

Nasional
Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Jadi Tersangka Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Tak Dihadirkan Saat Pengumuman Penetapan

Nasional
Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Profil Bupati Kuansing Andi Putra yang Jadi Tersangka Dugaan Suap Perizinan HGU Sawit

Nasional
Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Megawati Harap Polisi Contoh Jenderal Hoegeng dan Awaloedin Djamin

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kuansing Andi Putra Punya Harta Rp 3,7 Miliar

Nasional
OTT Bupati Kuansing Andi Putra, KPK Amankan Rp 500 Juta hingga Iphone XR

OTT Bupati Kuansing Andi Putra, KPK Amankan Rp 500 Juta hingga Iphone XR

Nasional
Airlangga kepada Kader Golkar: Wajib Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Airlangga kepada Kader Golkar: Wajib Lanjutkan Perjuangan Para Pahlawan

Nasional
Kejagung Kembalikan Berkas Perkara M Kece dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama

Kejagung Kembalikan Berkas Perkara M Kece dalam Kasus Dugaan Penistaan Agama

Nasional
Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Irjen Napoleon dalam Kasus Penganiayaan ke Kejaksaan

Bareskrim Serahkan Berkas Perkara Irjen Napoleon dalam Kasus Penganiayaan ke Kejaksaan

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Andi Putra Tersangka Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit

KPK Tetapkan Bupati Kuansing Andi Putra Tersangka Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit

Nasional
Rayakan HUT Ke-57, Fraksi Golkar Larang Anggota Tinggalkan DKI Sepanjang Oktober

Rayakan HUT Ke-57, Fraksi Golkar Larang Anggota Tinggalkan DKI Sepanjang Oktober

Nasional
Bupati Kuansing Terjaring OTT, Golkar Tunggu Keterangan Resmi KPK

Bupati Kuansing Terjaring OTT, Golkar Tunggu Keterangan Resmi KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.