Kompas.com - 11/10/2016, 13:03 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu R, Muhammad di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Jumat (3/6/2016) KOMPAS.com/Nabilla tashandraKetua Badan Pengawas Pemilu R, Muhammad di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta, Jumat (3/6/2016)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara pemilu bersama pihak terkait akan berkerja sama untuk mengantisipasi terjadinya perang siber dan penyebaran konten-konten yang dinilai dapat memperkeruh proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak.

Ketua Bawaslu, Muhammad mengatakan, pihaknya bersama KPU, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Komisi Penyiaran Indonesia dan Komisi Informasi tengah menyusun draft bentuk kerja sama.

"Kami sedang menyusun bentuk draft kerja samanya. Kewenangannya masing-masing (lembaga) seperti apa," ujar Muhammad saat dihubungi, Selasa (11/10/2016).

(baca: Jelang Pilkada, Polri Minta Masyarakat Tak Terhasut Isu SARA)

Selain itu, saat ini masing-masing pihak juga menyusun draft terkait bentuk-bentuk pelanggaran di dunia maya dan konten yang menyinggung isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Pelanggaran-pelanggaran yang seperti apa masuk kategori (SARA)," kata dia.

Nantinya, lanjut dia, setelah draft tersusun, semua pihak akan menandatangani kerja sama. Hal itu sebagai bentuk keseriusan bersama dalam rangka mensukseskan pilkada serentak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada saatnya nanti dilakukan MoU. Pembicaraan teknis sudah dilakukan sebelumnya," kata dia.

(baca: Megawati Sedih Isu SARA Warnai Pilkada DKI)

Muhammad berharap, penandatangan kerja sama bisa dilakukan sebelum masuk fase penetapan calon kepala daerah.

Sehingga, ketika masa kampanye berjalan, maka pengawasan terhadap konten-konten di dunia maya sudah bisa dilakukan.

"Kami berharap sebelum penetapan calon, karena setelah penentapan calon plus tiga hari kan kampanye dimulai," ujarnya.

Kompas TV Isu SARA Terjadi Jelang Pilkada DKI 2017
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Menkes Usahakan Obat Molnupiravir Tiba Akhir Tahun

Nasional
Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Luhut Ungkap Temuan Terkait Penerapan Prokes yang Melemah di Sejumlah Daerah

Nasional
Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga 'Hacker' dari Brasil

Pelaku Peretasan Situs Milik BSSN Diduga "Hacker" dari Brasil

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

UPDATE 25 Oktober: Capaian Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Publik sampai Masyarakat Umum

Nasional
BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data 'Repositori Malware'

BSSN: Situs yang Diretas Berisi Data "Repositori Malware"

Nasional
Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Azis Mengaku Tak Pernah Kirim Orang untuk Sampaikan Pesan ke Eks Bupati Kukar Rita Widyasari

Nasional
Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Hampir 20 Juta Orang di Jawa-Bali Diprediksi Akan Lakukan Perjalanan saat Libur Nataru

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Tabrakan LRT Jabodetabek, PT INKA: Masinis Terlalu Cepat Berpindah jalur

Nasional
Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Wajib PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Ramai Dikritik, Luhut: Ini untuk Imbangi Relaksasi Aktivitas

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 3.736 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Airlangga: Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Usai 10 Hari Penutupan PON

Nasional
Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Polri: Korban Pinjol Ilegal Bisa Lapor ke Satgas melalui Whatsapp

Nasional
Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Seorang Masinis Terluka dalam Tabrakan LRT Jabodetabek, Sudah Dibawa ke RS

Nasional
Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Menko PMK Sebut Lapangan Pekerjaan Tantangan Realisasikan Indonesia Emas 2045

Nasional
Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

Luhut: Vaksinasi Dosis Dua RI Tertinggal Dibanding Singapura-Malaysia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.