Susi Pudjiastuti: Reklamasi Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Kompas.com - 04/10/2016, 18:51 WIB
Mantan Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menjadi narasumber dalam diskusi soal reklamasi di Gedung KPK Jakarta, Selasa (4/10/2016). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINMantan Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menjadi narasumber dalam diskusi soal reklamasi di Gedung KPK Jakarta, Selasa (4/10/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memperkirakan, reklamasi di Teluk Jakarta dapat menimbulkan banjir.

Menurut Susi, reklamasi bisa membuat wilayah daratan semakin panjang, sehingga pergerakan aliran air dari hulu ke hilir semakin lambat.

"Kalau kita orang lingkungan hidup, dengan semua pembangunan Jakarta ini, terutama tata kelola air, kami sih bilang Jakarta banjir ya tidak aneh," kata Susi.

Menurut Susi, program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meluruskan sungai-sungai membuat aliran air menjadi cepat.

Di sisi lain, reklamasi justru membuat jarak pantai semakin jauh.

Belum lagi, kata Susi, daerah aliran sungai yang terjadi sedimentasi membuat luas sungai menjadi sempit. Akibatnya, air yang tertahan meluap dan mengakibatkan banjir.

"Memangnya air berkurang setiap tahun? Tidak. Air tetap sama tiap tahun datangnya. Tapi permukaan dasar sungai naik, berarti daya tampung air kurang," kata Susi.

Menurut dia, pemerintah sudah melakukan langkah yang benar dengan membawa masalah reklamasi ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), untuk dikaji lebih mendalam.

Salah satunya, untuk memastikan analisis dampak lingkungan diselesaikan secara komprehensif.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X