Bukan Kader Partai Pendukung Ahok, Ruhut Disebut Tak Bisa Jadi Jurkam

Kompas.com - 04/10/2016, 14:09 WIB
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul seusai acara haul Taufieq Kiemas dan buka bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7/2016) KOMPAS.com/Nabilla tashandraKoordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul seusai acara haul Taufieq Kiemas dan buka bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7/2016)
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi menuturkan, tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Drajot Saiful Hidayat secara resmi diusulkan oleh masing-masing partai pendukung.

Oleh karena itu, pendukung yang bukan merupakan kader partai tidak bisa secara resmi menjadi anggota tim pemenangan.

Pernyataan tersebut menanggapi keinginan Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul untuk menjadi juru kampanye Ahok. Bahkan, ia rela menanggalkan jabatannya di Demokrat jika menjadi jurkam Ahok.

"Karena Pak Ruhut bukan (kader) partai pengusung, namanya enggak akan muncul," kata Fayakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

"Beliau tetap membantu, tidak perlu secara resmi di tim pemenangan," ujarnya.

Jika tim pemenangan membuat acara kampanye, lanjut Fayakhun, Ruhut juga bisa hadir dan membantu sebagai bintang tamu.

Adapun saat disinggung apakah jika Ruhut keluar dari Partai Demokrat lantas tim pemenangan akan menerimanya, Fayakhun enggan berkomentar. Dia juga tida mau berandai-andai.

"Ruhut kan dulu Golkar. Memang Golkar ini antreannya panjang. Jadi kalau keluar antrean, balik lagi, ya antre lagi. Kalau keluar terus balik-balik mau ke situ lagi, yang lain marah-lah. Mungkin secara etika ya," ucap Anggota Komisi I DPR itu.

Adapun terkait pernyataan Fayakhun, Ruhut enggan menanggapi banyak. Menurut Ruhut, ia bergabung dengan barisan pendukung Ahok jauh hari sebeluh Fayakhun bahkan Golkar bergabung.

"Fayakhun enggak tahu masalahnya. Saya tahu dia junior saya. Golkar bergabung dengan Ahok kapan? Baru kemarin. Saya dengan Ahok sudah setahun lebih," kata Ruhut.

"Kami sudah mengumpulkan sejuta KTP. Kami Teman Ahok. Enggak apa biar saya ajarin Fayakun, biar dia pintar," tuturnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Oligarki Makin Mencengkeram Lewat UU Cipta Kerja

Nasional
KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

KPK Akan Dalami Temuan Mendagri soal Dana Rp 252 Triliun Tersimpan di Bank

Nasional
BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

BNPT Harap Masjid Jadi Pertahanan Lawan Radikalisme dan Terorisme

Nasional
Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Achmad Yurianto Diberhentikan dari Jabatan Dirjen P2P Kemenkes

Nasional
Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Faisal Basri: Investasi di RI Relatif Sudah Besar Tanpa UU Cipta Kerja

Nasional
Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Rencana Pelibatan TNI Atasi Terorisme Dinilai Kontraproduktif dengan Demokrasi

Nasional
KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Nasional
Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Soal Rekening Ratusan Juta Milik Cleaning Service di Kasus Kebakaran Kejagung, Polisi: Tak Ada yang Mencurigakan

Nasional
Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Kesenjangan Gender Disebut Pengaruhi Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Nasional
Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Pasal UU Cipta Kerja Dihapus, Pakar Hukum Nilai Aneh Pelanggaran Sangat Terbuka

Nasional
Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Pejabat Pembuat Komitmen Kejagung Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Nasional
Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Wakil Ketua Komisi II Sebut Sosialisasi KPU soal Protokol Kesehatan Belum Maksimal

Nasional
4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

4.369 Kasus Covid-19 di 31 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Oktober: 161.763 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menyoal Halaman UU Cipta Kerja yang Bertambah dan Pasal yang Berubah...

Menyoal Halaman UU Cipta Kerja yang Bertambah dan Pasal yang Berubah...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X