Idrus Marham Minta Kepala Daerah Manfaatkan Kekuasaan untuk Menangkan Golkar

Kompas.com - 27/09/2016, 11:42 WIB
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham saat menjadi pembicara dalam pertemuan eksekutif-legislatif Partai Golkar di Jakarta, Selasa (27/9/2016). IhsanuddinSekjen Partai Golkar Idrus Marham saat menjadi pembicara dalam pertemuan eksekutif-legislatif Partai Golkar di Jakarta, Selasa (27/9/2016).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan, kepala daerah baik bupati, wali kota atau gubernur yang diusung Golkar merupakan kepanjangan tangan partai.

Oleh karena itu, para kepala daerah yang diusung Golkar harus memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya untuk memenangkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Ini namanya pemanfaatan posisi, yang namanya bupati, wali kota, gubernur harus dimanfaatkan posisi itu untuk kebesaran Golkar. Ada bupati berkuasa di situ, Golkarnya masa kalah?" kata Idrus.

(baca: Sekjen Golkar Ancam Kader yang Tak Dukung Ahok-Djarot)

Hal itu disampaikan Idrus dalam Pertemuan Nasional I Legislatif dan Eksekutif Partai Golkar di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Hadir ratusan kader Golkar yang menjabat sebagai anggota DPR, DPRD, dan Kepala Daerah.

"Punya senjata, punya kekuasaan, punya uang, punya jaringan, punya tim, masa Golkar kalah," tambah dia.

(baca: Sekjen Golkar: Yang Mau Jadi Menteri, Daftar di 2019!)

Idrus mengatakan, banyaknya daerah yang dikuasai oleh kader Golkar namun tidak menang pemilu, terjadi pada pemilu 2014 lalu.

Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang pada pemilu berikutnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X