Sama-sama Andalkan Pendukung Jokowi, Anies Bisa Ganggu Elektabilitas Ahok

Kompas.com - 24/09/2016, 16:00 WIB
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Anies dan Sandiaga resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub Pilkada DKI Jakarta, setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. KOMPAs.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIAnies Baswedan dan Sandiaga Uno diabadikan saat mendaftar di KPU DKI Jakarta, Jumat (23/9/2016). Anies dan Sandiaga resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub Pilkada DKI Jakarta, setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dinilai dapat mengganggu elektabilitas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017.

Pendapat ini didasari pada kesamaan kantong suara Anies dengan yang dimilikioleh Basuki atau Ahok.

Pasalnya, keduanya memiliki sumber pendukung yang sama, yakni para pendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres 2014.

"Anies bisa mengganggu suara Ahok karena sumber pendukung mereka hampir sama, pendukungnya Jokowi," ujar pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/9/2016).


Selain itu, sikap gubernur yang dianggap berani tak hanya dimiliki Basuki atau Ahok. Menurut Hendri, Anies saat ini mencitrakan dirinya sebagai "anak nakal" yang mampu bermanuver ke partai oposisi pemerintah, yakni Gerindra.

Manuver ini dianggap sebagai citra berani yang dilakukan Anies setelah selama ini menjadi pendukung Jokowi.

"Jakarta memang butuh gubernur yang berani. Anies coba memosisikan itu," kata Hendri.

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Anies diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta, sedangkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur.

Sebelumnya, pasangan Ahok-Djarot mendaftarkan diri ke KPU DKI Jakarta sebagai bakal cagub dan cawagub.

Sementara itu, koalisi empat partai, yaitu Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional memutuskan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X