Pengacara Bantah Rohadi Punya Hotel dan Taman Rekreasi

Kompas.com - 23/09/2016, 15:12 WIB
Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, seusai sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/9/2016). KOMPAS.com/Abba GabrilinPanitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, seusai sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/9/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, Hendra Heriansyah, mengakui bahwa kliennya memiliki sejumlah aset seperti rumah di bilangan Pulogebang dan 19 mobil.

Namun, mengenai aset berupa hotel dan tempat rekreasi yang dimiliki Rohadi, seperti yang dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif, Hendra membantah.

Hendra mengatakan, Rohadi justru mempertanyakan keberadaan hotel yang dimaksud Laode Muhammad Syarif.

"Tadi sempet kami konfirmasi, kami klarifikasi, terkait adanya isu atau pemberitaan bahwa Pak Rohadi memiliki aset lain berupa hotel. Pak Rohadi juga merasa kaget, 'Hotel apa, di mana?'," ujar Hendra di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

"Saya kejar, 'Tolong dipastikan Pak Rohadi'. Jangan sampai ternyata pihak penyidik bilang Rohadi punya hotel, sementara Rohadi bilang tidak," kata dia.

Hendra khawatir, jika Rohadi tidak jujur, nanti hukumannya dapat diperberat. Namun, Rohadi tetap yakin tidak memiliki aset seperti yang dituduhkan.

"Nanti bisa ada pasal pemberat lagi memberikan keterangan palsu. Tapi Rohadi memberikan keyakinan kepada kami bahwa dia (Rohadi) tidak punya aset hotel," ujar Hendra.

(Baca juga: Harta Fantastis Milik Panitera PN Jakarta Utara yang Ditangkap KPK)

Terkait tempat rekreasi, Hendra menjelaskan, itu masih berupa wacana. Kondisinya pun, lanjut dia, masih tanah kosong atau belum terbangun.

"Itu pun masih tanah masyarakat kok, yang dipercayakan kepada Rohadi untuk dicarikan investornya yang bisa bangun," kata dia.

Ia menambahkan, memang ada sebagian tanah yang sudah dalam pengalihan jual-beli. Akan tetapi, ada juga yang masih bertatus Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) karena pembayarannya juga belum lunas.

"Tapi ada juga murni tanah masyarakat yang belum dibayar, tapi suratnya dititip di Pak Rohadi," kata Hendra.

Sebelumnya, Laode Muhammad Syarif mengatakan, Rohadi memiliki 19 buah mobil dan sejumlah aset lainnya seperti tempat rekreasi dan hotel.

"Dia punya hotel, ada recreation park-waterboom, rumah sakit, mobilnya 19. Ini panitera saja lho," ujar Laode, Rabu (19/9/2016).

(Baca: Selain 19 Mobil, Panitera PN Jakut yang Ditangkap KPK Juga Punya Tempat Rekreasi "Waterboom" dan Hotel)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wawan Adik Ratu Atut Lepas dari Tuntutan Pencucian Uang

Wawan Adik Ratu Atut Lepas dari Tuntutan Pencucian Uang

Nasional
KPK Eksekusi Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin ke Lapas Tanjung Gusta

KPK Eksekusi Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin ke Lapas Tanjung Gusta

Nasional
Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Polri: Sekretaris NCB Interpol Diduga Langgar Kode Etik

Soal "Red Notice" Djoko Tjandra, Polri: Sekretaris NCB Interpol Diduga Langgar Kode Etik

Nasional
Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Transanksi Video Porno oleh Predator Anak asal Prancis

Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Transanksi Video Porno oleh Predator Anak asal Prancis

Nasional
Kemensos Beri Santunan Rp 15 Juta ke Ahli Waris Korban Banjir Bandang di Masamba

Kemensos Beri Santunan Rp 15 Juta ke Ahli Waris Korban Banjir Bandang di Masamba

Nasional
Bio Farma: Vaksin Covid-19 Buatan RI Bisa Tersedia 2022

Bio Farma: Vaksin Covid-19 Buatan RI Bisa Tersedia 2022

Nasional
Gugus Tugas Luncurkan Mesin Deteksi Covid-19 Berkapasitas Uji 1.000 Sampel Per Hari

Gugus Tugas Luncurkan Mesin Deteksi Covid-19 Berkapasitas Uji 1.000 Sampel Per Hari

Nasional
Tim Pemburu Koruptor Dinilai akan Berpotensi Bergesekan dengan KPK

Tim Pemburu Koruptor Dinilai akan Berpotensi Bergesekan dengan KPK

Nasional
Polri Akui Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra Diterbitkan Pusdokkes

Polri Akui Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra Diterbitkan Pusdokkes

Nasional
Kasus Korupsi Alkes, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Alkes, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan Divonis 4 Tahun Penjara

Nasional
Walhi: Pemulihan Ekosistem Gambut Tak Bisa Tanpa Evaluasi Industri dan Konsesi

Walhi: Pemulihan Ekosistem Gambut Tak Bisa Tanpa Evaluasi Industri dan Konsesi

Nasional
Bawaslu: Sistem Pengecekan Data Pemilih Pilkada Milik KPU Bermasalah

Bawaslu: Sistem Pengecekan Data Pemilih Pilkada Milik KPU Bermasalah

Nasional
Yuri: Penambahan Kasus Covid-19 Terjadi di Lingkungan Kerja...

Yuri: Penambahan Kasus Covid-19 Terjadi di Lingkungan Kerja...

Nasional
Pejabat Polri Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra Sakit dan Sedang Dirawat

Pejabat Polri Pembuat Surat Jalan Djoko Tjandra Sakit dan Sedang Dirawat

Nasional
Puan Maharani: Selama Masa Sidang IV, DPR Tuntaskan 3 RUU

Puan Maharani: Selama Masa Sidang IV, DPR Tuntaskan 3 RUU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X