Panglima TNI: Enggak Usah Tanya Uang Tebusan yang Penting Sanderanya Bebas

Kompas.com - 21/09/2016, 13:58 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai menjadi dosen tamu dalam kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/8/2016). Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahPanglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai menjadi dosen tamu dalam kuliah umum di Universitas Pertahanan (Unhan) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/8/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA., KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta semua pihak tidak terlalu mempersoalkan proses pembebasan tiga sandera Anak Buah Kapal (ABK) WNI yang sebelumnya disandera kelompok Abu Sayyaf, di Filipina.

Apalagi, sampai timbul pertanyaan ada atau tidaknya uang tebusan dalam upaya pembebasan yang dilakukan pada Sabtu (17/9/2016) lalu.

Menurut Gatot, hal yang harusnya menjadi perhatian adalah keberhasilan dari upaya pembebasan yang dilakukan.

(Baca: Wiranto Minta Pembayaran Tebusan Sandera Abu Sayyaf Tak Perlu Jadi Polemik)

"Enggak usah tanya tebusan, yang penting bagaimana (sanderanya) bebas," ujar Gatot di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (21/9/2016).

Gatot juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Filipina dan Front Nasional Pembebasan Moro atau Moro National Liberation Front (MNLF) karena telah membantu Indonesia membebaskan ketiga sandera tersebut, yakni Lorence Koten, Theodorus Kopong, dan Emanuel.

"Saya sebagai panglima TNI mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Filipina dan angkatan jenderal (bersenjata) Filipina. Yang melakukan upaya bersama-sama MNLF untuk membebaskan sandera," kata dia.

Gatot berharap, enam ABK yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf juga dapat segera bebas.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebelumnya mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan uang sepeser pun dalam membebaskan sandera di Filipina.

(Baca: Menhan: Pemerintah Tidak Keluarkan Sepeser Pun untuk Bebaskan Sandera)

Ketiga sandera yang berhasil dibebaskan, menurut Ryamizard, atas keberhasilan tentara Filipina dan Front Nasional Pembebasan Moro Sekali pun ada pihak keluarga atau simpatisan yang menyerahkan dana dan bantuan kepada kelompok penyandera, Indonesia tidak akan membayar tebusan.

Saat ini, baru tiga warga negara Indonesia yang dibebaskan kelompok Abu Sayyaf. Sementara, satu WNI lainnya yang ikut disandera, masih dalam proses pembebasan.

Mereka merupakan Anak Buah Kapal (ABK) kapal pukat penangkap ikan LLD 113/5/F berbendera Malaysia dan diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di perairan Lahad Datu, Malaysia pada bulan Juli lalu.

Kompas TV Pemerintah Tidak Akan Keluarkan Tebusan untuk Bebaskan Sandera

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X