Kompas.com - 21/09/2016, 10:53 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Noviyanti Perdana Putri masih ingat betul cerita ayahnya sebelum mendekam di balik jeruji penjara. Ayah Novi, Imran Tua (56) yang sehari-hari menjaga Lembaga Pemasyarakatan Cipinang sebagai staf, justru kini dibui karena dugaan penyelundupan narkoba dan terlibat jaringan Freddy Budiman.

Menurut Novi, kasus Imran merupakan rekayasa aparat penegak hukum dalam kejahatan narkotika. Pasalnya, banyak kejanggalan terjadi selama proses hukum.

Novi bercerita, kasus ini bermula pada 15 April 2015. Ketika itu, Imran dijemput oleh petugas satuan Direktorat Tindak Pidana Narkoba IV Bareskrim Polri.

"Saat itu pukul 15.30 WIB, bapak ketika itu dibawa ke rumah makan padang dan dipaksa mengakui sebagai anak buah Freddy Budiman. Padahal tidak kenal sama sekali," ujar Novi ketika audiensi antara Kontras dan Ombudsman RI di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Setelah dari rumah makan, lanjut Novi, Imran langsung dibawa menuju Markas Besar Polri guna dimintai keterangan lebih lanjut. Imran yang baru bekerja selama lima bulan di Lapas Cipinang itu terus dicecar pertanyaan terkait Freddy meski berulang kali menyatakan tidak mengenalnya.

"Freddy Budiman ada di sana saat itu, dipertemukan dengan bapak. Freddy pun saat ditanyai mengaku tidak mengenal bapak," ucap Novi.

Kejanggalan tak berhenti sampai di situ. Ketika sidang perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur digelar, kejanggalan juga terjadi. Menurut Novi, saksi dari kepolisian dalam persidangan bukanlah yang menangkap Imran, melainkan penyidik dalam acara pemeriksaan Freddy.

"Selain itu, barang bukti bapak yang dihadirkan hanya sebuah handphone dan batu akik, bukan narkoba," ujar Novi.

Meski banyak terjadi kejanggalan, vonis terhadap Imran tetap dilakukan. Imran dikurung delapan tahun melalui jeratan pasal 112 dan 113 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

38 kasus

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap Beri Kesaksian Kasus Brigadir J, Bharada E Resmi Ajukan Diri sebagai Justice Collaborator

Siap Beri Kesaksian Kasus Brigadir J, Bharada E Resmi Ajukan Diri sebagai Justice Collaborator

Nasional
Luhut Usul TNI Bisa Jabat di Kementerian, Anggota DPR: Jangan Sampai Kembali ke Dwifungsi ABRI

Luhut Usul TNI Bisa Jabat di Kementerian, Anggota DPR: Jangan Sampai Kembali ke Dwifungsi ABRI

Nasional
Istana Diminta Lebih Keras soal Kasus Brigadir J, Moeldoko: Kapolri Sudah Pedomani Perintah Presiden

Istana Diminta Lebih Keras soal Kasus Brigadir J, Moeldoko: Kapolri Sudah Pedomani Perintah Presiden

Nasional
KPK Panggil Ketua DPRD Kota Ambon sebagai Saksi Terkait Suap Izin Pendirian Gerai Alfamidi

KPK Panggil Ketua DPRD Kota Ambon sebagai Saksi Terkait Suap Izin Pendirian Gerai Alfamidi

Nasional
Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang Jerat Brigadir RR, Tersangka Baru Kasus Brigadir J

Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana yang Jerat Brigadir RR, Tersangka Baru Kasus Brigadir J

Nasional
PKB Gelar Sejumlah Ritual Sebelum Jalan Bareng dengan Gerindra Ke KPU, Apa Saja?

PKB Gelar Sejumlah Ritual Sebelum Jalan Bareng dengan Gerindra Ke KPU, Apa Saja?

Nasional
Jokowi Disebut 'Ada Hati' dengan Prabowo, Relawan: Saya Yakin Belum Dipilih

Jokowi Disebut 'Ada Hati' dengan Prabowo, Relawan: Saya Yakin Belum Dipilih

Nasional
2 Tersangka Pembunuhan Brigadir J: Brigadir RR Terancam Hukuman Mati, Bharada E Bisa Kena 15 Tahun Penjara

2 Tersangka Pembunuhan Brigadir J: Brigadir RR Terancam Hukuman Mati, Bharada E Bisa Kena 15 Tahun Penjara

Nasional
Soal Pengganti Tjahjo Kumolo, Moeldoko: Tunggu Saja, Sebentar Lagi

Soal Pengganti Tjahjo Kumolo, Moeldoko: Tunggu Saja, Sebentar Lagi

Nasional
Cak Imin-Prabowo Daftar Bareng ke KPU, PKB: Soft Launching, Kita Sepakat Koalisi

Cak Imin-Prabowo Daftar Bareng ke KPU, PKB: Soft Launching, Kita Sepakat Koalisi

Nasional
Geledah Plaza Summarecon Jatim, KPK Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

Geledah Plaza Summarecon Jatim, KPK Amankan Dokumen dan Alat Elektronik

Nasional
Relawan Jokowi Sebut Musra Tak Perlu Dianggap Momok oleh Parpol

Relawan Jokowi Sebut Musra Tak Perlu Dianggap Momok oleh Parpol

Nasional
Pengacara Sebut Bharada E Mengaku Diperintah Bunuh Brigadir J, Polri: Tunggu Timsus Kerja Tuntas Dulu

Pengacara Sebut Bharada E Mengaku Diperintah Bunuh Brigadir J, Polri: Tunggu Timsus Kerja Tuntas Dulu

Nasional
Komnas HAM Akan Kembali Meminta Keterangan Bharada E

Komnas HAM Akan Kembali Meminta Keterangan Bharada E

Nasional
5 Fakta Brigadir RR, Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J

5 Fakta Brigadir RR, Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.