Angan-angan Freddy dan Pertaruhan Haris

Kompas.com - 19/09/2016, 05:30 WIB
Terpidana mati kasus narkoba yang ditahan di Nusakambangan, Freddy Budiman (baju dan kaus biru), dihadirkan dalam rilis pengungkapan pabrik narkoba oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4). Pabrik narkoba yang memproduksi ekstasi tersebut merupakan jaringan pengedar narkoba yang diduga dikendalikan oleh terpidana mati Freddy Budiman. Jaringan tersebut juga mengedarkan narkoba jenis baru, CC4, yang mempunyai bentuk seperti lembaran prangko. KOMPAS/RADITYA HELABUMITerpidana mati kasus narkoba yang ditahan di Nusakambangan, Freddy Budiman (baju dan kaus biru), dihadirkan dalam rilis pengungkapan pabrik narkoba oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri di ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4). Pabrik narkoba yang memproduksi ekstasi tersebut merupakan jaringan pengedar narkoba yang diduga dikendalikan oleh terpidana mati Freddy Budiman. Jaringan tersebut juga mengedarkan narkoba jenis baru, CC4, yang mempunyai bentuk seperti lembaran prangko.
EditorSandro Gatra

Selain itu, Chandra juga membantah Freddy dapat memiliki uang hingga miliaran rupiah.

Adik Freddy, Jhony Suhendar alias Latief, menyebutkan, dari kasus kepemilikan 1,4 juta butir ekstasi yang ditangani oleh Badan Nasional Narkotika (BNN), sesungguhnya Freddy hanya memiliki bagian sebanyak 500.000 butir ekstasi. Kasus itu pun yang menyebabkan Freddy dan Chandra divonis hukuman mati.

Namun, menurut Chandra, jumlah 1,4 juta butir ekstasi itu dipesan Chandra dari bandar narkoba di Tiongkok, yaitu Wong Chang Su.

Pesanan Chandra sebenarnya hanya 500.000 butir ekstasi, tetapi karena Chang Su sudah terbiasa berbisnis dengan Chandra, ia memberikan bonus hingga 900.000 butir ekstasi sehingga jumlah yang dikirimkan ke Jakarta mencapai 1,4 juta butir ekstasi.

Dari pesanan 500.000 butir ekstasi, kata Chandra, Freddy hanya dipinjamkan 100.000 butir ekstasi, sisanya milik Chandra. Freddy pun cuma mengurus penyewaan gudang di Cengkareng seharga Rp 85 juta.

Dari temuan itu, Chandra dan Latief sepakat bahwa Freddy tidak pernah berkomunikasi langsung dengan bandar di Tiongkok, bahkan Freddy pun tidak memiliki paspor, tidak bisa pula berbahasa Mandarin, serta tidak mempunyai satu pun akun rekening di bank.

Lalu, bagaimana Freddy mengatur keuntungan dari bisnis narkobanya? Poengky mengungkapkan, Latief berperan besar dalam pengaturan keuangan Freddy.

Dalam dua kali pemeriksaan Latief, kemudian dikuatkan oleh keterangan penyidik kasus Freddy, terungkap bahwa Freddy dan Latief memberlakukan uang hasil bisnisnya secara cash and carry.

Artinya, setelah memastikan ada uang, Freddy akan memerintahkan Latief akan membagikan uang tersebut kepada sejumlah anggota jaringan Freddy.

Kemudian, uang tersebut akan disimpan di rekening milik sejumlah anak buah Freddy yang sebagian besar dengan identitas palsu.

Resistensi

Menyusul hasil kerja TPFG Polri, Haris pada Jumat (16/9), mengatakan, dirinya tidak merasa kredibilitasnya atau kredibilitas Kontras dipertaruhkan karena diduga menyebarkan informasi sumir dan tak memiliki fakta terkait dugaan aliran dana kasus narkoba ke oknum aparat.

Menurut John Kei dan mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Liberty Sitinjak, testimoni Freddy yang diucapkan kepada Haris bukan hal baru.

Freddy selalu mengatakan itu kepada hampir setiap orang yang ia temui, termasuk kepada mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Untuk Vaksinasi Gotong-royong, Bio Farma Jajaki Sinopharm dan Moderna

Nasional
Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Kementerian BUMN Sebut Vaksinasi Gotong Royong Tidak Bentrok dengan Vaksinasi oleh Pemerintah

Nasional
Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Pengamat: Nasdem Gelar Konvensi untuk Cari Capres Alternatif, Bisa Anies atau Ridwan Kamil

Nasional
Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Wapres Akui Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Lamban

Nasional
Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Resmi Dilantik, Bupati IDP Bertekat Wujudkan Visi Luwu Utara

Nasional
Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Beri Dukungan ke Anggota Keluarga yang Terpapar Covid-19, Satgas Sarankan 4 Hal Ini

Nasional
Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Tahanan KPK Bukan Prioritas, Pimpinan DPR Minta Kemenkes Mengevaluasi

Nasional
Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Biaya Vaksinasi Gotong Royong untuk Buruh dan Karyawan Swasta Ditanggung Perusahaan

Nasional
Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Vaksinasi Gotong Royong Tak Pakai Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong untuk Percepat Kekebalan Komunitas

Nasional
Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Kemenkes: Vaksinasi Gotong Royong Gratis untuk Karyawan dan Keluarga

Nasional
UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

UPDATE 26 Februari: Sebaran 8.232 Kasus Baru Covid-19 di 34 Provinsi, Jabar Tertinggi

Nasional
Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke 'Marketplace'

Jokowi Sebut Transformasi Digital Pintu Masuk UMKM ke "Marketplace"

Nasional
UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

UPDATE: 1.583.581 Nakes Sudah Divaksinasi, 865.870 di Antaranya Telah Disuntik Dosis Kedua

Nasional
Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Sekjen DPR Sebut Vaksinasi di DPR Berlakukan Protokol Ketat, Bukan Tertutup

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X