Kompas.com - 14/09/2016, 11:44 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan tugas gabungan di Poso menangkap Basri, orang kepercayaan Abu Wardah alias Santoso, pimpinan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur yang tewas ditembak beberapa waktu lalu.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, dalam kelompok ini Basri dianggap pengganti sosok Santoso sebagai pimpinan kelompok.

"DPO atas nama Basri barusan saja tertangkap hidup-hidup di Poso Pesisir," ujar Rudy di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Basri ditangkap sekitar pukul 09.00 Wita. Penangkapan Basri bermula dari penyisiran satgas di wilayah hutan Poso Pesisir.

Kemudian, petugas menembak satu orang tak dikenal hingga tewas. Belakangan diketahui dia adalah Andika, anggota kelompok Santoso yang masuk daftar pencarian orang.

"Sesudah tertembak, kami cari lagi di pondok. Kemudian Basri kami tangkap," kata Rudy.

Saat ini, anggota kelompok Santoso yang tersisa sebanyak 13 orang, termasuk istri dari Basri.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengapresiasi langkah cepat satgas Tinombala. Dengan demikian, ia meyakini kekuatan kelompok tersebut kian melemah.

"Masih ada Ali Kalora, orang kepercayaan Santoso. Tapi dia jauh di bawah kelasnya Santoso," kata Tito.

(Baca juga: Santoso Tewas, Polisi Sebut Masih Ada Pergantian Pucuk Pimpinan)

Sebelumnya, operasi Tinombala diperpanjang setelah masa tugasnya berakhir pada 6 Agustus 2016.

Dalam operasi Tinombala jilid kedua, tim satgas berhasil menewaskan Santoso. Tewasnya Santoso dianggap membuat motivasi anak buahnya kian menurun.

Hal itu yang menyebabkan satu per satu anggota kelompok Santoso menyerahkan diri kepada anggota Operasi Tinombala.

(Baca juga: KSAD: Operasi Tinombala Tak Perlu Dihentikan Sebelum Sisa Kelompok Santoso Menyerah)

Kompas TV Jenazah Teroris Santoso Tiba di RS Bhayangkara Palu
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.