Selidiki 700 WNI yang Berangkat Haji Tak Melalui Indonesia, Polri Kirim Tim ke Jeddah dan Filipina

Kompas.com - 13/09/2016, 14:24 WIB
Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto Ambaranie Nadia K.MKabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan, kepolisian akan jemput bola untuk menyelidiki lolosnya 700 warga negara Indonesia yang melaksanakan ibadah haji melalui Filipina.

Tim penyidik akan dikirim ke Filipina untuk melakukan penyelidikan.

"Kami masih koordinasi dengan Kemenlu dan Kemenlu sudah menyepakati kami akan jemput bola," ujar Ari, di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (13/9/2016).

Ari mengatakan, keberangkatan 700 WNI tersebut tidak terdata oleh Kementerian Luar Negeri untuk kepentingan ibadah haji.

Sebanyak empat penyelidik akan dikirimkan ke Jeddah untuk melacak para jemaah haji tersebut.

(Baca: Wakapolri: Akan Ada Tersangka Kasus Pemberangkatan 700 WNI Lewat Filipina)

"Nanti juga ada yang berangkat ke Filipina untuk menindaklanjuti hasil keterangan di Jeddah," kata Ari.

Dari pemeriksaan itu, akan diketahui agen yang memberangkatkan jemaah haji tersebut.

Jika terbukti adanya unsur penipuan dan pemalsuan identitas, maka pihak yang memberangkatkan mereka bisa dijerat hukum.

"Yang jelas yang berangkat dari Filipina kami belum tahu. Informasinya itu dari Filipina bahwa ada orang-orang yang mencurigakan berangkat dari sana," kata Ari.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X