Akbar Tandjung Anggap Terlalu Dini Bicarakan Pendamping Jokowi pada Pilpres 2019

Kompas.com - 12/09/2016, 12:11 WIB
Politisi Senior Partai Golkar Akbar Tandjung di sela acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraPolitisi Senior Partai Golkar Akbar Tandjung di sela acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2016)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai, masih terlalu dini membicarakan bakal calon pendamping Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menurut Akbar, hal tersebut perlu dipikirkan secara matang, sambil membaca arah politik selanjutnya.

"Saya kira itu masih terlalu dini untuk bicara soal manufer politik untuk pemilu 2019. Sebaiknya ditunggu saja," ujar Akbar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (12/9/2016).

Sebelumnya, dalam sesi penutupan Rapat Koordinasi Teknis untuk pemenangan pemilu Partai Golkar, Sabtu (3/9/2016), Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jambi, Gusrizal sempat menyinggung mengenai Pilpres 2019.

Menurut dia, dengan elektabilitas Golkar yang menanjak usai menyatakan dukungan pada Joko Widodo, harus ditindaklanjuti dengan mulai melakukan seleksi nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.

Nama Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu yang diusulkannya. (baca: Nama Sri Mulyani Diusulkan Dampingi Jokowi pada Pilpres 2019)

Menurut Akbar, menilai seseorang bakal calon wakil presiden bukan sesuatu yang mudah. Partai harus melihat kiprah bakal calon, apakah nama yang akan diusung tersebut selama ini sudah memperlihatkan pengabdian yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, partai juga harus memastikan bahwa bakal calon yang diusung adalah orang yang patut diteladani.

"Kalau itu belum, ya jangan terburu-buru, santai saja," kata Akbar.

(baca: Setya Novanto Bantah Golkar Usulkan Sri Mulyani untuk Dampingi Jokowi di Pilpres 2019)

Hal serupa juga dikatakan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono. Menurut Agung, karena Partai Golkar telah mendukung Jokowi sebagai calon presiden pada Pilpres 2019, maka partai perlu membicarakan soal penentuan bakal calon wakil presiden kepada Jokowi.

"Biasanya harus dikonsultasikan dengan presiden, kan mitranya harus yang pas dan nyaman sesuai dengan chemistry. Biarlah, beri waktu bagi Jokowi untuk memimpin dulu saat ini," kata Agung.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X