Kompas.com - 05/09/2016, 20:47 WIB
Presiden Joko Widodo saat mengikuti Sesi I KTT G20 2016, di HIEC, Hangzhou, RRT, Minggu (4/9) sore waktu setempat. (Foto: Setpres/Laily) Sekretariat KabinetPresiden Joko Widodo saat mengikuti Sesi I KTT G20 2016, di HIEC, Hangzhou, RRT, Minggu (4/9) sore waktu setempat. (Foto: Setpres/Laily)
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Di depan para pemimpin negara G-20, Presiden Joko Widodo mempertanyakan, apakah penggunaan kekuatan militer masih ampuh dalam memerangi terorisme di belahan dunia.

Sebab, menurut Jokowi, cara terbaik menangani para kelompok peneror adalah dengan mengedepankan pendekatan pintar atau smart approach.

"Menyeimbangkan, baik soft power dengan pendekatan hard power," ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (5/9/2016).

Apalagi, belakangan ini serangan teror di negara-negara G-20 semakin meningkat. Misalnya serangan di Perancis, Turki, dan Indonesia.

Jokowi menjelaskan, akar permasalahan terorisme harus dapat dituntaskan, yakni kemiskinan, ketimpangan sosial dan aksi marjinalisasi kelompok tertentu. Jika antarnegara dapat mengoptimalkan kerja sama satu sama lain mendorong smart approach, dia yakin penyebaran teror di dunia akan menurun.

Seiring dengan itu, Jokowi juga mengajak negara-negara G-20 untuk bekerja sama pula dalam bidang pertukaran informasi intelijen, khususnya terkait aliran dana kelompok teroris.

Selain soal teroris, dalam konferensi tingkat tinggi yang dilaksanakan di Hangzhou, China itu, Jokowi sekaligus mengangkat isu penting yang tengah dihadapi sejumlah negara yakni pengungsi.

Jokowi mendorong negara-negara G-20 turun tangan dalam hal penyediaan bantuan kemanusiaan.

"Pada saat yang sama, kita juga harus merenungkan penyebab dari banyaknya konflik yang mengakibatkan pengungsian masal ya. Dalam konteks ini, menyelesaikan akar permasalahannya adalah yang utama," ujar Jokowi.

Kompas TV Jokowi Hadiri Pertemuan G20 di Tiongkok
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.