Mendikbud Sebut Materi Bahaya Rokok Akan Masuk Program Kokurikuler

Kompas.com - 28/08/2016, 12:18 WIB
Muhadjir saat acara Gerak Jalan dan Sepeda Sehat Kemendikbud di Senayan, Jakarta, Minggu (28/8/2016). Dimas Jarot BayuMuhadjir saat acara Gerak Jalan dan Sepeda Sehat Kemendikbud di Senayan, Jakarta, Minggu (28/8/2016).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan rencana memasukkan materi bahaya merokok pada kurikulum pendidikan sekolah dasar.

"Pendidikan bahaya rokok nanti bagian dari kokurikuler, sebagai bagian program pembentukan karakter," ujar Muhadjir saat acara Gerak Jalan dan Sepeda Sehat Kemendikbud di Senayan, Jakarta, Minggu (28/8/2016).

Selain itu, menurut Muhadjir, materi bahaya merokok nantinya akan masuk bersamaan dengan materi lain dalam program kokurikuler.

"Nanti bagian dari kokurikuler, termasuk bahaya narkoba, pendidikan seksual, tertib hukum, bela negara, dan cinta tanah air," ucap Muhadjir.

Muhadjir menambahkan, saat ini materi pembentukan karakter dalam program kokurikuler masih dalam proses pengkajian oleh Kemendikbud.

"Mudah-mudahan selesai tahun ini," ujarnya.

Menurut dia, materi dalam program kokurikuler ini sesuai dengan target optimalisasi pendidikan karakter yang dicanangkan dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

"Pendidikan mengenai rokok ini sangat penting karena cukup berbahaya bagi remaja," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X