Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BNN Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Sabu oleh Jaringan Malaysia

Kompas.com - 25/08/2016, 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggagalkan penyelundupan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Kali ini menyangkut puluhan kilogram sabu dari jaringan Malaysia - Indonesia.

"Diamankan barang bukti sebanyak 73 kilogram sabu dan 24 kilogram ekstasi siap edar dengan tiga tersangka berinisial SR, ER dan IE," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, di Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Menurut Arman, ketiga tersangka diamankan di sebuah toko ban yang terletak di Jalan Gatot Subroto Nomor 25, Kampung Bulak, Tanjung Pinang Timur.

Dalam penyelundupan kali ini puluhan kilogram sabu dan ekstasi yang rencananya akan diedarkan ke daerah Jakarta, Surabaya, dan Makassar dikemas dalam empat unit ban guna mengelabui petugas.

"Barang haram tersebut berasal dari seorang bandar besar berinisial SM di Malaysia dan diselundupkan SR melalui jalur laut dengan menggunakan boat menuju Pulau Sugi," kata Arman.

Kemudian dari Pulau Sugi, sabu dan ekstasi dibawa dengan boat lagi menuju Kepulauan Tanjung Batu. Di pulau itulah muatan sabu dan ekstasi dibongkar oleh SR dan dikemas dalam empat unit boat.

"Kemudian SR bawa barang bukti itu dari Tanjung Batu ke Tanjung Pinang. Sedangkan ER dan IE berangkat dari Batam menuju Tanjung Pinang untuk menjemput mobil yang dikirim anak buah SM dari Pekanbaru dengan menggunakan kapal roro," kata Arman.

Empat unit ban tersebut kemudian dimasukan ke dalam mobil yang sudah dibawa ER dan IE, dimana satu unit ban dimasukan ke mobil akan dikirim ke Makassar.

Sedangkan tiga unit ban dimasukan ke mobil yang rencananya akan dikirim ke Jakarta dan Surabaya.

"Namun aksi ketiganya digagalkan petugas saat para tersangka sedang berhenti di sebuah toko ban untuk memasang ban mobil yang telah berisi narkotika," kata Arman.

Dalam penyergapan tersebut seorang tersangka berinisial SR mencoba melarikan diri dengan lari ke dalam toko dan naik ke lantai tiga dan mencoba loncat dengan memecahkan kaca jendela.

"Karena aksinya tersebut, tersangka SR kemudian mengalami luka-luka dan dibawa oleh petugas ke RSUD Tanjung Pinang dan meninggal dunia," ujar Arman.

Atas perbuatannya, tersangka ER dan IE telah diamankan ke kantor BNN Pusat di Cawang untuk selanjutnya dilakukan penyidikan lebih lanjut.

(Susylo Asmalyah/ant)

Kompas TV 5 Penyelundup Narkoba Ini Diancam Hukuman Mati

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bamsoet Sebut Golkar Siapkan Karpet Merah jika Jokowi dan Gibran Ingin Gabung

Bamsoet Sebut Golkar Siapkan Karpet Merah jika Jokowi dan Gibran Ingin Gabung

Nasional
ICW Desak KPK Panggil Keluarga SYL, Usut Dugaan Terlibat Korupsi

ICW Desak KPK Panggil Keluarga SYL, Usut Dugaan Terlibat Korupsi

Nasional
Jokowi Masih Godok Susunan Anggota Pansel Capim KPK

Jokowi Masih Godok Susunan Anggota Pansel Capim KPK

Nasional
Bamsoet Ingin Bentuk Forum Pertemukan Prabowo dengan Presiden Sebelumnya

Bamsoet Ingin Bentuk Forum Pertemukan Prabowo dengan Presiden Sebelumnya

Nasional
Senyum Jokowi dan Puan saat Jumpa di 'Gala Dinner' KTT WWF

Senyum Jokowi dan Puan saat Jumpa di "Gala Dinner" KTT WWF

Nasional
ICW Minta MKD Tegur Hugua, Anggota DPR yang Minta 'Money Politics' Dilegalkan

ICW Minta MKD Tegur Hugua, Anggota DPR yang Minta "Money Politics" Dilegalkan

Nasional
Momen Jokowi Bertemu Puan sebelum 'Gala Dinner' WWF di Bali

Momen Jokowi Bertemu Puan sebelum "Gala Dinner" WWF di Bali

Nasional
Anak SYL Percantik Diri Diduga Pakai Uang Korupsi, Formappi: Wajah Buruk DPR

Anak SYL Percantik Diri Diduga Pakai Uang Korupsi, Formappi: Wajah Buruk DPR

Nasional
Vibes Sehat, Perwira Pertamina Healing dengan Berolahraga Lari

Vibes Sehat, Perwira Pertamina Healing dengan Berolahraga Lari

Nasional
Nyalakan Semangat Wirausaha Purna PMI, Bank Mandiri Gelar Workshop “Bapak Asuh: Grow Your Business Now!”

Nyalakan Semangat Wirausaha Purna PMI, Bank Mandiri Gelar Workshop “Bapak Asuh: Grow Your Business Now!”

Nasional
Data ICW: Hanya 6 dari 791 Kasus Korupsi pada 2023 yang Diusut Pencucian Uangnya

Data ICW: Hanya 6 dari 791 Kasus Korupsi pada 2023 yang Diusut Pencucian Uangnya

Nasional
UKT Meroket, Anies Sebut Keluarga Kelas Menengah Paling Kesulitan

UKT Meroket, Anies Sebut Keluarga Kelas Menengah Paling Kesulitan

Nasional
Anies Ungkap Kekhawatirannya Mau Maju Pilkada: Pilpres Kemarin Baik-baik Nggak?

Anies Ungkap Kekhawatirannya Mau Maju Pilkada: Pilpres Kemarin Baik-baik Nggak?

Nasional
MKD DPR Diminta Panggil Putri SYL yang Diduga Terima Aliran Dana

MKD DPR Diminta Panggil Putri SYL yang Diduga Terima Aliran Dana

Nasional
Kemenag: Jemaah Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024

Kemenag: Jemaah Umrah Harus Tinggalkan Saudi Sebelum 6 Juni 2024

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com