Jika Diterapkan, Sistem Kokurikuler Sebaiknya Tak Wajib untuk Seluruh Sekolah

Kompas.com - 24/08/2016, 18:16 WIB
Kiri ke kanan : Peneliti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ahmad Taufik, Ketua Institute of Good Governance and Regional Development Eka Simanjuntak, Moderator Kimura, Sekretaris Aliansi Orang Tua Murid Peduli Pendidikan (APPI) Jumono, dan Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri dalam konfrensi pers di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2016). Fachri FachrudinKiri ke kanan : Peneliti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ahmad Taufik, Ketua Institute of Good Governance and Regional Development Eka Simanjuntak, Moderator Kimura, Sekretaris Aliansi Orang Tua Murid Peduli Pendidikan (APPI) Jumono, dan Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri dalam konfrensi pers di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Institute of Good Governance and Regional Development (IGGRD) Eka Simanjuntak menilai, sistem kokulikuler yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, tepat jika diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di kota besar.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

"Ya untuk kota-kota seperti di Jakarta, iya," ujar Eka.

Akan tetapi, menurut Eka, jika diterapkan, kebijakan itu sebaiknya tidak wajib diterapkan di seluruh sekolah.

Ia mengatakan, tidak semua siswa yang sekolahnya berada di kota besar orangtuanya bekerja.

"Tapi itu pilihan, enggak wajib. Kalau orangtua yang tidak mengawasi anaknya fine, silakan. Kan ada juga sistem penitipan sekolah, tapi itu pilihan saja. Jangan bilang mau diterapkan seluruhnya," kata dia.

"Kan ada keluarga juga yang ibunya enggak kerja. Nah terus gimana gitu?" lanjut Eka.

Sebelumnya, Muhadjir menyebutkan, salah satu alasan dimunculkannya wacana kokurikuler atau yang sebelumnya ramai disebut full day school agar keberadaan siswa dapat selalu terawasi hingga dijemput oleh orangtua mereka yang sibuk bekerja.

Dengan tetap berada di sekolah, para siswa dinilai dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Nasional
Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Nasional
Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Nasional
Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Nasional
Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Nasional
Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Nasional
Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Nasional
Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Nasional
Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Nasional
Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Nasional
KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

Nasional
Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Nasional
Dinyatakan Hakim Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo

Dinyatakan Hakim Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo

Nasional
Ombudsman: Pemerintah Jangan Ragu Perbaiki Lagi Perpres Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Ombudsman: Pemerintah Jangan Ragu Perbaiki Lagi Perpres Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Nasional
Kantongi 817 Aduan Bansos, Ombudsman Sarankan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Covid-19

Kantongi 817 Aduan Bansos, Ombudsman Sarankan Pemerintah Evaluasi Kebijakan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X