Kompas.com - 24/08/2016, 15:47 WIB
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menilai tim investigasi yang dibentuk masing-masing oleh Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja cukup baik untuk menelusuri kebenaran testimoni Freddy Budiman. 

Menurut Haris, kerja investigatif tim pencari fakta yang dibentuk tiga institusi tersebut dilakukan secara serius.

"Perkembangan bagus, ada sejumlah institusi melakukan kerja investigatif," ujar Haris di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

(Baca: Kepala BNN Sebut Haris Akan Beri Informasi soal Pengakuan Freddy Budiman)

Meski begitu, Haris mengakui ada kelemahan dari kerja investigatif yang dilakukan tim pencari fakta, baik dari Polri, TNI, dan BNN tersebut.

Hal ini disebabkan tidak adanya kerja sama dan koordinasi. Tiga tim itu seakan bekerja sendiri-sendiri. 

Haris pun menyarankan pemerintah untuk memimpin dan mengintegrasikan kerja masing-masing tim. 

"Kelemahannya masing-masing institusi ini kan tidak bisa saling kontributif satu sama yang lainnya. Mungkin nanti perlu ada satu tim yang koordinatif tapi terpimpin," lanjut Haris.

Haris juga meminta agar ke depannya tim pencari fakta tidak hanya membongkar tulisannya, namun juga menelusuri aparat hukum yang terlibat dalam bisnis narkotika Freddy Budiman.

"Jangan sampai ini cuma membongkar tulisan saya saja. Harapannya dan harapan publik saya pikir, bagaimana tim-tim yang ada atau nanti ada tim baru bisa lebih membuka seperti apa sih sindikat narkoba itu," tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Dalami Perintah Sambo ke 31 Polisi yang Diduga Langgar Etik dalam Kematian Brigadir J

Polri Dalami Perintah Sambo ke 31 Polisi yang Diduga Langgar Etik dalam Kematian Brigadir J

Nasional
Dana BOS Pesantren Tahap II Segera Cair, Kemenag Sedang Validasi Data Santri

Dana BOS Pesantren Tahap II Segera Cair, Kemenag Sedang Validasi Data Santri

Nasional
Polri: Irjen Ferdy Sambo Ditahan di Mako Brimob

Polri: Irjen Ferdy Sambo Ditahan di Mako Brimob

Nasional
KSP Sebut Pemerintah Terus Salurkan Bantuan bagi Warga Lanny Jaya meski Sulit Dijangkau

KSP Sebut Pemerintah Terus Salurkan Bantuan bagi Warga Lanny Jaya meski Sulit Dijangkau

Nasional
Zulhas Sebut KIB Akan Pakai Politik Gagasan dalam Pemilu 2024

Zulhas Sebut KIB Akan Pakai Politik Gagasan dalam Pemilu 2024

Nasional
Kasus Brigadir J dan Bujukan Orangtua yang Buat Bharada E Buka-bukaan

Kasus Brigadir J dan Bujukan Orangtua yang Buat Bharada E Buka-bukaan

Nasional
Daftarkan Golkar ke KPU, Airlangga: Pemilu Harus Dilaksanakan Sesuai Jadwal

Daftarkan Golkar ke KPU, Airlangga: Pemilu Harus Dilaksanakan Sesuai Jadwal

Nasional
Polri Sebut Hasil Otopsi Kedua Brigadir J Segera Diumumkan

Polri Sebut Hasil Otopsi Kedua Brigadir J Segera Diumumkan

Nasional
Meski Aturan Turunan Belum Terbit, Kementerian PPPA Tegaskan UU TPKS Sudah Bisa Diterapkan

Meski Aturan Turunan Belum Terbit, Kementerian PPPA Tegaskan UU TPKS Sudah Bisa Diterapkan

Nasional
Prabowo: Saya Akan Berjuang Perkokoh Hubungan RI dan Malaysia

Prabowo: Saya Akan Berjuang Perkokoh Hubungan RI dan Malaysia

Nasional
PSI Targetkan Lolos Senayan, Raih 10,6 Juta Suara di Seluruh Indonesia

PSI Targetkan Lolos Senayan, Raih 10,6 Juta Suara di Seluruh Indonesia

Nasional
Butuh Waktu Sebulan buat Polri Ungkap Tersangka Dalang Pembunuhan Brigadir J

Butuh Waktu Sebulan buat Polri Ungkap Tersangka Dalang Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Perhatian Presiden Dinilai Jadi Pendorong Kapolri Ungkap Kasus Brigadir J

Perhatian Presiden Dinilai Jadi Pendorong Kapolri Ungkap Kasus Brigadir J

Nasional
PSI: Capres Jokowi Akan Jadi Capres PSI

PSI: Capres Jokowi Akan Jadi Capres PSI

Nasional
KPK Resmikan Gedung Penyimpanan Barang Sitaan Korupsi di Cawang

KPK Resmikan Gedung Penyimpanan Barang Sitaan Korupsi di Cawang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.