ADVERTORIAL

Peringatan Hari Konstitusi: Menjadikan Konstitusi Nyawa Bangsa

Kompas.com - 18/08/2016, 14:04 WIB
Penulis advertorial
|
Editoradvertorial

Hari ini, 18 Agustus 2016 MPR RI menggelar peringatan Hari Konstitusi yang keenam. Ketua MPR Zulkifli Hasan memandang peringatan Hari Konstitusi sangat penting dan strategis karena Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan dan dinamika.

Zulkifli mengukuhkan UUD NRI Tahun 1945 sebagai buku suci konstitusi. Namun, tantangannya, bagaimana menjadikan konstitusi itu nyawa dari bangsa Indonesia sendiri.

“Apakah kita benar-benar telah senyawa dengan konstitusi? Saat ini kita berada dalam anomali,” ujar Zulkifli Hasan saat membuka peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menurut ia, saat ini kepentingan individu, kelompok, dan golongan berada di atas kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Sumber daya alam tidak sepenuhnya dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat.

“Jika demikian, kata Bung Karno, ‘Kita akan jadi kuli di negeri orang dan jadi kuli di negeri sendiri’,” tutur Zulkifli.

Padahal konstitusi bangsa, yakni UUD NRI Tahun 1945 mengajarkan kesetaraan, kemajemukan, dan kebersamaan. Kelahiran UUD 1945 pada 18 Agustus 71 tahun silam, merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia, sekaligus karya puncak para pendiri bangsa.

Peirngatan Hari Konstitusi tahun ini juga menjadi wujud rasa syukur terhadap kemerdekaan Indonesia yang sudah berlangsung selama 71 tahun. Momen ini, menurut Zulkifli, patut menjadi momen refleksi dan proyeksi untuk menentukan perjalanan bangsa ke depannya.

“71 tahun usia bangsa Indonesia hendaknya kita jadikan momentum reflektif sekaligus proyektif perjalanan bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-citanya, yakni masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” ucap ia.

Peringatan Hari Konstitusi yang diselenggarakan MPR dihadiri pula di antaranya oleh seluruh Pimpinan MPR, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Ade Komaruddin, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara tersebut dilanjutkan dengan Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI. Finalis LCC tersebut adalah SMA Al Azhar Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, SMAN 1 Longkali, Provinsi Kalimantan Timur, dan SMAN 3 Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Ragam Cara Teroris di Indonesia Kumpulkan Dana untuk ISIS

Begini Ragam Cara Teroris di Indonesia Kumpulkan Dana untuk ISIS

Nasional
Pemerintah Usul Aborsi Tak Dipidana jika Darurat Medis dan Hamil Akibat Perkosaan

Pemerintah Usul Aborsi Tak Dipidana jika Darurat Medis dan Hamil Akibat Perkosaan

Nasional
Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Kemenhub Paling Banyak

Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Kemenhub Paling Banyak

Nasional
BKN Ungkap Alasan Ratusan CPNS Mengundurkan Diri: Gaji Terlalu Kecil Sehingga Hilang Motivasi

BKN Ungkap Alasan Ratusan CPNS Mengundurkan Diri: Gaji Terlalu Kecil Sehingga Hilang Motivasi

Nasional
Mahasiswa yang Ditangkap Densus karena Jadi Simpatisan ISIS Terancam 5 Tahun Penjara

Mahasiswa yang Ditangkap Densus karena Jadi Simpatisan ISIS Terancam 5 Tahun Penjara

Nasional
MA Diminta Pecat Hakim PN Rangkasbitung yang Tersandung Kasus Narkoba, Tak Perlu Tunggu Proses Hukum

MA Diminta Pecat Hakim PN Rangkasbitung yang Tersandung Kasus Narkoba, Tak Perlu Tunggu Proses Hukum

Nasional
40 Petani di Bengkulu Dibebaskan, PP Muhammadiyah: Saatnya Pemerintah Memihak Rakyat Bawah

40 Petani di Bengkulu Dibebaskan, PP Muhammadiyah: Saatnya Pemerintah Memihak Rakyat Bawah

Nasional
Profil Adam Malik, Wartawan yang Jadi Wakil Presiden Ke-3 RI

Profil Adam Malik, Wartawan yang Jadi Wakil Presiden Ke-3 RI

Nasional
Imparsial Minta Penunjukkan Perwira TNI-Polri Aktif Jadi Penjabat Kepala Daerah Ditinjau Ulang

Imparsial Minta Penunjukkan Perwira TNI-Polri Aktif Jadi Penjabat Kepala Daerah Ditinjau Ulang

Nasional
BKN: Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Bakal Disanksi karena Rugikan Negara

BKN: Ratusan CPNS Mengundurkan Diri, Bakal Disanksi karena Rugikan Negara

Nasional
KY Sayangkan 2 Hakim PN Rangkasbitung Konsumsi Sabu di Kantor

KY Sayangkan 2 Hakim PN Rangkasbitung Konsumsi Sabu di Kantor

Nasional
Saat Para Menteri Jongkok untuk Berfoto dengan Ketua MK-Adik Jokowi

Saat Para Menteri Jongkok untuk Berfoto dengan Ketua MK-Adik Jokowi

Nasional
Sah, Ketua MK Anwar Usman dan Adik Presiden Joko Widodo jadi Suami Istri

Sah, Ketua MK Anwar Usman dan Adik Presiden Joko Widodo jadi Suami Istri

Nasional
Kompolnas Apresiasi Kapolda Bengkulu yang Bebaskan 40 Petani Sawit

Kompolnas Apresiasi Kapolda Bengkulu yang Bebaskan 40 Petani Sawit

Nasional
Pasal-pasal yang Jadi Dalih Pemerintah Tunjuk TNI/Polri Aktif sebagai Pj Kepala Daerah

Pasal-pasal yang Jadi Dalih Pemerintah Tunjuk TNI/Polri Aktif sebagai Pj Kepala Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.