Indonesia Menggugat Dunia

Kompas.com - 18/08/2016, 11:04 WIB
Pemimpin Kuba Fidel Castro menerima Presiden Indonesia Ir Sukarno di ibu kota Havana. AP Photo/BBCPemimpin Kuba Fidel Castro menerima Presiden Indonesia Ir Sukarno di ibu kota Havana.
EditorWisnubrata

USIA Sukarno saat membela diri di hadapan sidang Landraad (Pengadilan) Bandung pada 18 Agustus 1930, dengan membacakan “Indonesia Klaagt Aan” (Indonesia Menggugat) yang mendunia itu, masih 29 tahun.

Sangat belia untuk ukuran seorang aktivis politik yang juga memimpin rekan seperjuangannya melawan tirani Belanda.

Penjara Banceuy adalah saksi bisu kelahiran karya monumental Sukarno itu, yang pada kemudian hari memang tampil penuh-menyeluruh memimpin bangsanya di hadapan masyarakat dunia.

Indonesia Menggugat yang dibaca Sukarno selama dua hari berturutan itu, berisi sindiran keras, tajam, dan menohok ulu hati Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Andries Cornelis Dirk de Graef, dan jajaran koloninya.

Meski di atas kertas pembelaan itu sangat masuk akal, bernas, bahkan berwawasan global, Sukarno tetap tak beroleh haknya bebas dari tuduhan melanggar pasal 153, 161, 169, dan 171, buatan kolonial yang di dalam aktenya berisi pelanggaran ingin memberontak.

Siapa pun yang melanggar pasal ini, maka gubernur jenderal yang berkuasa, bebas menjatuhkan vonis tanpa peradilan yang lazim dikenal dengan istilah internir (dibuang di dalam negeri) dan eksternir (ke luar negeri).

Maka seberapa semangat pun Sukarno membela diri dan bangsanya, ia tetap harus mendekam di dalam Penjara Sukamiskin selama empat tahun lamanya.

Sejak dipenjarakan di Banceuy, Sukarno mulai memasuki fase perjuangan mental bagi dirinya sendiri. Ia yang baru saja tampil menjadi pemimpin muda bersemangat baja, harus mulai mengalami ujian demi ujian—yang jelas berguna sebagai modal besar memimpin bangsanya.

Ende, Bengkulu, Padang, Parapat, Muntok, adalah beberapa wilayah yang masyarakatnya turut andil membentuk pribadi Sukarno hingga seperti yang kini kita kenal.

Sebelum tampil membacakan Proklamasi pada 17 Agustus 1945, Sukarno yang telah dipilih sebagai presiden oleh 50 orang anggota BPUPKI, masih istikomah berjuang. Terbukti dari pidato yang ia sampaikan. Berikut ini saya nukilkan isi pidato itu, yang masih sedikit sekali diketahui orang Indonesia.

Saudara-saudara sekalian! Saya telah minta saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang, untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun! Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan itu ada naik dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.

Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendiri.

Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib-bangsa dan nasib-tanah-air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya.

Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia-sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.

Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945.

Atas Nama Bangsa Indonesia,

Soekarno – Hatta

Demikianlah saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah-air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia, –merdeka kekal dan abadi. Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.

Menggugat Dunia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X