Kompas.com - 11/08/2016, 13:38 WIB
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).  Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPolitisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus musisi, Anang Hermansyah, saat ditemui di Balai Kota, Senin (11/4/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah menilai, perlu ada dana talangan yang memang dialokasikan khusus untuk mendukung para talenta muda Indonesia, khususnya dunia balap.

Hal tersebut menyusul terhentinya langkah pebalap Rio Haryanto yang terpaksa tak menyelesaikan musim Formula 1 (F1) 2016 setelah posisinya di Manor Racing Team digantikan oleh pebalap junior Mercedes yang berlaga di ajang DTM 2016, Esteban Ocon.

"Nantinya pemerintah, DPR, para pengusaha dan lainnya rembuk bersama membuat dana talangan yang dialokasikan khusus untuk hal semacam ini," kata Anang, saat dihubungi, Kamis (11/8/2016).

Ke depannya, lanjut Anang, Kementerian Pemuda dan Olahraga dapat mengatur dana talangan tersebut dan digunakan sesuai fungsinya.

Jika hal tersebut dilakukan, Kemenpora diminta transparan dalam mengelola keuangannya.

"Tentu agar mendapat kepercayaan dari masyarakat dan juga sponsor lainnya. Semisal kalau seluruh masyarakat Indonesia ikut menyumbang 100 rupiah saja kan sudah banyak," ujar musisi asal Jember itu.

Dengan apa yang terjadi pada Rio, Anang mengatakan, ke depannya harus dipikirkan strategi agar membantu Rio serta pebalap-pebalap Indonesia lainnya.

"Itu jadi PR kita. Bagaimana ke depannya nasib Rio Haryanto serta Rio-Rio lainnya di luar sana," kata Politisi Partai Amanat Nasional itu.

Pergantian kursi pebalap dalam tubuh Manor terjadi setelah Rio, yang berstatus pay driver, gagal menuntaskan sisa pembayaran yang telah jatuh tempo.

Rio pun akhirnya hanya bisa menjalani 11 seri balap F1 alias cuma separuh musim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kartini, Raden Ajeng yang Kesal Dipanggil dengan Gelar Bangsawannya

Kartini, Raden Ajeng yang Kesal Dipanggil dengan Gelar Bangsawannya

Nasional
Wapres Sebut Provinsi Riau Berpeluang Kembangkan Industri Ekonomi dan Keuangan Syariah

Wapres Sebut Provinsi Riau Berpeluang Kembangkan Industri Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
[POPULER NASIONAL] Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak | Dugaan KRI Nanggala Hilang di Palung Kedalaman 700 Meter

[POPULER NASIONAL] Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak | Dugaan KRI Nanggala Hilang di Palung Kedalaman 700 Meter

Nasional
Kapuspen: 5 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan untuk Bantu Cari KRI Nanggala-402

Kapuspen: 5 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan untuk Bantu Cari KRI Nanggala-402

Nasional
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, JPU Hadirkan 14 Saksi: Kapolsek Tebet hingga Dirjen Kemenkes

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab, JPU Hadirkan 14 Saksi: Kapolsek Tebet hingga Dirjen Kemenkes

Nasional
Kapuspen TNI: Singapura dan Malaysia Tawarkan Bantuan Cari Kapal Selam Nanggala-402

Kapuspen TNI: Singapura dan Malaysia Tawarkan Bantuan Cari Kapal Selam Nanggala-402

Nasional
Kapuspen: Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Belum Dapat Dipastikan Kapal Selam

Kapuspen: Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Belum Dapat Dipastikan Kapal Selam

Nasional
Indonesia Dinilai Tak Cukup Hanya Andalkan Jumlah Penduduk, Puan: Pembangunan Manusia Harus Dilakukan

Indonesia Dinilai Tak Cukup Hanya Andalkan Jumlah Penduduk, Puan: Pembangunan Manusia Harus Dilakukan

Nasional
Hakim Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Suharjito, Penyuap Edhy Prabowo

Hakim Kabulkan Permohonan Justice Collaborator Suharjito, Penyuap Edhy Prabowo

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Kerabat Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Kerabat Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
UPDATE: Total 4.329 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 19 di Qatar

UPDATE: Total 4.329 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tambah 19 di Qatar

Nasional
Suharjito, Penyuap Eks Menteri KKP Edhy Prabowo, Divonis 2 Tahun Penjara

Suharjito, Penyuap Eks Menteri KKP Edhy Prabowo, Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional
Penny Lukito, Kepala BPOM Pilihan Jokowi yang Ditemani Keberanian dan Modal Pendidikan

Penny Lukito, Kepala BPOM Pilihan Jokowi yang Ditemani Keberanian dan Modal Pendidikan

Nasional
Pemerasan oleh Oknum Penyidik Dinilai Bikin KPK Kini Berada di Ambang Batas Kepercayaan Publik

Pemerasan oleh Oknum Penyidik Dinilai Bikin KPK Kini Berada di Ambang Batas Kepercayaan Publik

Nasional
Kedalaman Maksimal KRI Nanggala-402 500 Meter, Kadispen AL: Kalau Lebih dari Itu Cukup Fatal

Kedalaman Maksimal KRI Nanggala-402 500 Meter, Kadispen AL: Kalau Lebih dari Itu Cukup Fatal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X