11.000 Tentara Filipina Kepung Abu Sayyaf, Menhan Anggap Tentara RI Belum Diperlukan

Kompas.com - 06/08/2016, 09:10 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Fabian Januarius KuwadoMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai Indonesia belum perlu mengirim pasukan TNI ke Filipina, untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Sebab, saat ini sudah ada 11.000 tentara Filipina yang mengepung lokasi penyanderaan di Pulau Sulu.

"Sekarang sudah10.000 lebih pasukan, mungkin 11.000," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/8/2016) malam.

"Kita mungkin akan mengimbangi saja. Kalau banyak-banyak pasukan kan enggak efektif," kata dia.


Menhan percaya, cepat atau lambat pemerintah dan tentara Filipina bisa membebaskan Sandera. Pembebasan memang harus dilakukan hati-hati sehingga tak ada sandera yang tewas.

"Kita menunggu ya. Ini kan sudah dikepung, sudah masif 11.000 pasukan, kita menunggu waktu yang tepat. Nanti langsung dipimpin Presiden Filipina," kata Ryamizard.

Tujuh WNI anak buah kapal tugboat Charles 001 sudah disandera sejak 20 Juni atau sebulan yang lalu. Sementara, tiga WNI anak buah kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim sejak 9 Juli.

Terakhir, empat korban yang disandera dikabarkan sedang dalam kondisi sakit keras.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X