Kompas.com - 04/08/2016, 16:18 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberika sambutan dalam acara Dialog Ekonomi dan Buka Bersama Dunia Usaha Indonesia di Jakarta Convention Center, Selasa (28/6/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Presiden Jusuf Kalla saat memberika sambutan dalam acara Dialog Ekonomi dan Buka Bersama Dunia Usaha Indonesia di Jakarta Convention Center, Selasa (28/6/2016)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta, agar umat Islam dapat menjadi motor penggerak toleransi antar umat beragama. Hal ini karena Islam merupakan agama mayoritas yang dipeluk masyarakat.

Kalla menyampaikan hal tersebut saat berbicara pada seminar internasional bertajuk ‘Peran Masjid dalam Menangkal Pemikiran Menyimpang’ di Kampus Al Azhar, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Kalla pun sempat menyinggung kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

“Indonesia menyadari hal ini. Oleh karena itu, Indonesia sangat terbuka dan sangat memahami dan memberikan arti persatuan kepada siapa pun di negeri ini,” kata Kalla.

(Baca: Sudah 18 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai)

Kerusuhan Tanjung Balai bermula dari perbedaan pendapat antar ummat beragama di wilayah tersebut. Akibatnya, sejumlah rumah ibadah ummat Budha dirusak. Sejauh ini, sudah 18 orang yang ditetapkan sebagai tersangka akibat kerusuhan tersebut.

Kalla mengatakan, keberadaan masjid yang yang menjadi rumah ibadah umat Islam selama ini juga tidak terlepas dari masalah.

Sebagai contoh, di Jakarta, setiap jarak 500 meter terdapat sebuah masjid. Masing-masing masjid dilengkapi dengan speaker yang digunakan untuk mengumandangkan adzan.

“Masalah teknis yang selalu kita bicarakan agar masjid di samping masalah pekerjaan, tapi masih banyak masalah disebabkan karena loud speaker,” kata dia.

(Baca: Penyebar Ujaran Kebencian Terkait Kerusuhan Tanjungbalai di Facebook Ditangkap di Jagakarsa)

Menurut Kalla, karena jarak antar masjid yang relatif rapat, maka tidak perlu dibekali dengan speaker yang dapat mengeluarkan suara nyaring. Sebab, masyarakat tentu sudah dapat mengetahui kapan waktu sholat akan dilaksanakan.

Terlebih, kata dia, pada umumnya, sebelum adzan dikumandangkan biasanya ada pengajiann terlebih dahulu.

“Jadi, nggak usah terlalu besar karena mengganggu siapa saja, termasuk mengganggu kita,” ucap dia.

Kompas TV Polisi Bekuk Pemilik Akun Penyebar Isu SARA Kerusuhan Tanjungbalai
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalih Bupati Langkat Soal Sel Kerangkeng: Bina Pecandu Narkoba dengan Kerja Tanpa Gaji

Dalih Bupati Langkat Soal Sel Kerangkeng: Bina Pecandu Narkoba dengan Kerja Tanpa Gaji

Nasional
Kemenag-Kemendagri Teken MoU Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Haji dan Umrah

Kemenag-Kemendagri Teken MoU Pemanfaatan Data Kependudukan untuk Haji dan Umrah

Nasional
Soal FIR Wilayah Kepri dan Natuna, Anggota Komisi I: Secara Teknis Masih Bergantung Singapura

Soal FIR Wilayah Kepri dan Natuna, Anggota Komisi I: Secara Teknis Masih Bergantung Singapura

Nasional
Ada 16 Pengaduan Masyarakat yang Diterima Polisi soal Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

Ada 16 Pengaduan Masyarakat yang Diterima Polisi soal Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi

Nasional
Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi Naik ke Tahap Penyidikan, Polri Kirim SPDP ke Kejagung

Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi Naik ke Tahap Penyidikan, Polri Kirim SPDP ke Kejagung

Nasional
Tingkat Kepatuhan LHKPN pada 2021 Sebesar 97,35 Persen

Tingkat Kepatuhan LHKPN pada 2021 Sebesar 97,35 Persen

Nasional
Geledah Rumah Bupati Langkat, KPK Temukan Uang hingga Satwa Dilindungi

Geledah Rumah Bupati Langkat, KPK Temukan Uang hingga Satwa Dilindungi

Nasional
Penularan Omicron Tinggi di Jabodetabek, P2G Desak PTM 100 Persen Dihentikan

Penularan Omicron Tinggi di Jabodetabek, P2G Desak PTM 100 Persen Dihentikan

Nasional
Deretan Partai Pendatang Baru yang Akan Ramaikan Pemilu 2024, Bentukan Amien Rais hingga Loyalis Anas Urbaningrum

Deretan Partai Pendatang Baru yang Akan Ramaikan Pemilu 2024, Bentukan Amien Rais hingga Loyalis Anas Urbaningrum

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Naik Satu Poin, KPK Pastikan Tak Akan Berpuas Diri

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Naik Satu Poin, KPK Pastikan Tak Akan Berpuas Diri

Nasional
Kejagung Mulai Jadwalkan Pemeriksaan Pejabat Kominfo soal Dugaan Korupsi Penyewaan Satelit

Kejagung Mulai Jadwalkan Pemeriksaan Pejabat Kominfo soal Dugaan Korupsi Penyewaan Satelit

Nasional
58 Bandar Narkoba dan Napi Pembunuhan Ditempatkan di Lapas High Risk Nusakambangan

58 Bandar Narkoba dan Napi Pembunuhan Ditempatkan di Lapas High Risk Nusakambangan

Nasional
Pengambilalihan Kendali Udara di Natuna Disebut Punya 3 Substansi

Pengambilalihan Kendali Udara di Natuna Disebut Punya 3 Substansi

Nasional
Mengenal Mobil Unimog yang Fotonya Viral dalam Media Sosial AHY...

Mengenal Mobil Unimog yang Fotonya Viral dalam Media Sosial AHY...

Nasional
FIR Jakarta Akan Melingkupi Seluruh Wilayah Teritorial Indonesia

FIR Jakarta Akan Melingkupi Seluruh Wilayah Teritorial Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.