PAN Nilai Terlalu Cepat untuk Nyatakan Dukungan pada Pilpres 2019

Kompas.com - 29/07/2016, 15:24 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, dan Menseskab Pramono Anung serta para calon menteri, berfoto bersama usai pengumuman perombakan kabinet atau reshuffle jilid 2, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Presiden mengumumkan 12 nama menteri dan Kepala BKPM. TRIBUN NEWS / HERUDINPresiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla, Mensesneg Pratikno, dan Menseskab Pramono Anung serta para calon menteri, berfoto bersama usai pengumuman perombakan kabinet atau reshuffle jilid 2, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7/2016). Presiden mengumumkan 12 nama menteri dan Kepala BKPM.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan bahwa terlalu dini bagi partainya untuk menyatakan dukungan di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu disampaikan Eddy menanggapi dukungan Partai Golkar kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali maju di Pilpres 2019.

"Terlalu cepat untuk menyatakan dukungan di Pilpres 2019 apalagi tantangan Pemerintahan sekarang untuk menyelesaikan targetannya juga besar," ujar Eddy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/7/2016).

Eddy mengatakan, sebagai partai pendukung Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, tugas utama PAN memastikan program pemerintah berjalan sesuai target.

Menurut dia, hal itu jauh lebih penting sebelum memikirkan dukungan di Pilpres 2019. Karena itu, Eddy pun mengatakan PAN lebih memfokuskan diri untuk mendukung dan mengawal jalannya roda pemerintahan saat ini.

"Kami saja tidak tahu Pemerintahan 2019-2024 akan seperti apa, yang penting kami dukung dan kami beri masukan terus pemerintahan sekarang," tutur Eddy.

Partai Golkar secara resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Joko Widodo sebagai calon Presiden RI pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

(Baca: Golkar Resmi Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi pada Pilpres 2019)

Deklarasi tersebut dibacakan langsung oleh Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai pada penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar 2016.

"Dengan rahmat Allah SWT, Partai Golkar menyatakan mendukung dan mencalonkan Bapak Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019," ujar Novanto di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Sedangkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, keputusan itu diambil secara bulat setelah mendengarkan aspirasi ketua-ketua DPD dan masukan dewan pembina pada Rapimnas 2016.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X