Jadi Menko Maritim, Luhut Akan Pelajari Lagi Penghentian Reklamasi Pulau G

Kompas.com - 27/07/2016, 20:57 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Luhut Binsar Pandjaitan yang baru ditunjuk sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman mengaku akan mempelajari lagi keputusan untuk menghentikan reklamasi Pulau G di Pantai Utara, Jakarta.

Reklamasi Pulau G ini dihentikan di bawah kememimpinan Menko Maritim sebelumnya, Rizal Ramli.

"Saya kan belum tahu, nanti saya akan pelajari lagi," kata Luhut usai dilantik sebagai Menko Maritim, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Luhut mengaku belum mau berkomentar banyak karena baru dilantik sebagai Menko Maritim. Ia baru mau berkomentar setelah melakukan serah terima jabatan dengan Rizal Ramli.

Proses serah-terima jabatan sendiri baru akan berlangsung pada Kamis (28/7/2016) besok.

Luhut hanya menegaskan, apapun keputusan yang diambilnya terkait reklamasi Pulau G, maka keputusan itu adalah untuk masyaraka banyak.

"Saya hanya akan melihat kepentingan yang lebih luas," kata Luhut.

Penghentian reklamasi Pulau G sebelumnya menuai polemik. Perseteruan muncul antara Rizal Ramli dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok mempermasalahkan penghentian reklamasi yang hanya dilakukan secara lisan. Ia meminta penghentian reklamasi oleh pemerintah pusat diputuskan secara tertulis.

(Baca: Ahok Mau Penghentian Reklamasi Pulau G Tertulis, Bukan Hanya Omongan)

Ahok bahkan sampai menyurati Presiden Joko Widodo terkait hal ini. Namun belum jelas apa sikap Jokowi hingga saat ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung hanya menyebut akan segera diadakan rapat terbatas untuk membahas surat dari Ahok itu.

(Baca: Jokowi Akan Gelar Rapat Terbatas Bahas Surat Ahok soal Pembatalan Reklamasi Pulau G)

Kompas TV Kelanjutan Reklamasi Pulau G Ditentukan Presiden
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.