Optimisme Pengganti Jonan Tangani Perhubungan

Kompas.com - 27/07/2016, 19:55 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah berbincang dengan anak buahnya usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (27/7/2016). Fabian Januarius KuwadoMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tengah berbincang dengan anak buahnya usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (27/7/2016).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Budi Karya Sumadi optimistis mampu bekerja dengan baik sebagai Menteri Perhubungan menggantikan Ignatius Jonan.

Kepada wartawan usai dilantik di Istana Negara, Rabu (27/7/2016) siang, Budi mengatakan, inti mengelola kementerian adalah soal manajemen.

"Bagaimana kita 'memanage' organisasi tak berbeda jauh dengan 'memanage' suatu korporasi," ujar Budi.

(Baca: Jokowi Umumkan "Reshuffle" Kabinet, Ini Susunan Menteri Baru)

Dia mengaku cukup berpengalaman dalam mengelola korporasi milik pemerintah. Sejak tahun 1994, dia telah mengelola roda perusahaan.

"Kita bicara teknis, sumber daya manusia dan keuangan. Itu suatu format yang sudah biasa saya lakukan," ujar Budi.

Ketika diminta menjadi Menteri Perhubungan oleh Jokowi, Budi mengaku dititipkan pesan. Pertama, meningkatkan konektivitas laut, darat dan udara di Indonesia. Kedua, Budi juga diminta lebih menghargai 'suara rakyat' di dalam setiap pengambilan keputusan.

"Stakeholder itu adalah masyarakat. Itu yang nomor satu. Artinya masyarakat harus mendapatkan pelayanan maksimal," ujar Budi.

(Baca: Ini Sembilan Wajah Baru dalam Kabinet Kerja)

Ketiga, ia diminta melakukan pengawasan secara ketat terhadap operator infrastruktur perhubungan demi menghindari adanya kerugian di masyarakat. Budi menegaskan, ia adalah pembantu Presiden. Oleh sebab itu, ia akan melaksanakan setiap perintahnya dengan profesional.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle jilid II di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu siang. Beberapa jam setelah mengumumkan, Jokowi langsung melantik menteri-menteri hasil perombakan.

Kompas TV Presiden Jokowi Lantik Para Menteri Baru

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

Nasional
Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

Nasional
Ketua MPR Minta Penerapan 'New Normal' Berbasis Data yang Valid

Ketua MPR Minta Penerapan "New Normal" Berbasis Data yang Valid

Nasional
Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Nasional
Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era 'New Normal'

Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era "New Normal"

Nasional
Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

Nasional
Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

Nasional
Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

Nasional
MUI Laporkan Hoaks soal Penolakan Rapid Test Covid-19 ke Bareskrim Polri

MUI Laporkan Hoaks soal Penolakan Rapid Test Covid-19 ke Bareskrim Polri

Nasional
97 Pendaftar Calon Anggota Komisi Yudisial, Tiga di Antaranya Petahana

97 Pendaftar Calon Anggota Komisi Yudisial, Tiga di Antaranya Petahana

Nasional
Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Menparekraf Sebut Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali, Ini Alasannya

Nasional
Era 'New Normal', Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Era "New Normal", Pemerintah Diminta Libatkan Ahli Epidemiologi Ketimbang TNI-Polri

Nasional
UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

UPDATE 28 Mei: RSD Wisma Atlet Tangani 763 Pasien Positif Covid-19

Nasional
Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Zulkifli Minta Kader PAN Perjuangkan Ambang Batas Parlemen Tetap 4 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X