Kompas.com - 19/07/2016, 13:15 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun harus dibuktikan melalui serangkaian proses identifikasi, Polri telah memiliki dugaan soal identitas dua terduga teroris yang tewas dalam baku tembak di Poso, Senin (18/7/2016) kemarin.

Jenazah pertama, diduga kuat Santoso. Sementara, jenazah lainnya diduga kuat tangan kanan Santoso bernama Basri.

"Pertama, diduga Santoso karena ada tahi lalat di antara alis. Kedua, yakni diduga adalah Basri," ujar Kepala Polda Sulawesi Tengah, Brigjen (Pol) Rudy Sufahriadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Keduanya merupakan terduga teroris yang masuk Daftar Pencarian Orang oleh Polri.

Santoso, lanjut Rudy, merupakan pimpinan kelompok radikal yang bergerilya di Sulawesi Tengah.

Adapun, Basri merupakan terpidana perkara terorisme yang melarikan diri pada tahun 2008 dari LP Ampana.

Setelah melarikan diri, Basri bergabung dengan Santoso bergerilya di hutan.

Kini, jenazah yang diduga Santoso dan Basri sudah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Palu untuk proses identifikasi.

Dia tak dapat memastikan berapa lama proses identifikasi akan rampung. Polisi sudah mendatangkan keluarga Santoso beserta teman-temannya untuk identifikasi melalui pengenalan fisik.

Selain itu, tim juga telah mendapat sampel DNA keluarga untuk dicocokkan dengan jenazah itu.

"Kalau face match tidak terlalu lama. Tapi keputusan hukumannya itu harus melalui tes DNA. Kalau match dua-duanya, pasti akan kami sampaikan," ujar Rudy.

Kompas TV Santoso, Penjual Pupuk yang Jadi Buronan Teroris
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.