Dirjen HAM Nilai Perdebatan soal Kebiri Berpotensi Membiarkan Pelaku Kekerasan Seksual

Kompas.com - 18/07/2016, 12:45 WIB
Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM, Mualimin Abdi, saat ditemui seusai menjadi narasumber dalam diskusi publik di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINDirektur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM, Mualimin Abdi, saat ditemui seusai menjadi narasumber dalam diskusi publik di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementeriam Hukum dan HAM, Mualimin Abdi mengatakan, pihaknya memahami berbagai perdebatan terkait tambahan hukuman kebiri yang dinilai tidak memperhatikan aspek HAM.

Namun, menurut dia, jika terus berdebat maka akan berpotensi membiarkan pelaku kekerasan seksual.

"Penerapan kebiri seringkali dianggap tidak perhatikan HAM. Saya sering ditanya itu," ujar Mualimin di Kemenkumham, Jakarta, Senin (16/7/2016).

"Namun kalau kita selalu berdebat, maka kita seolah-olah akan biarkan pelaku berkeliaran bebas. Dan berikan pelaku mengulangi perbuatan yang pernah dilakukan sebelumnya," kata dia.

Mualimin menyayangkan adanya penolakan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menolak menjadi eksekutor kebiri. Ia khawatir penolakan serupa akan dilakukan oleh penegak hukum lain.

"Kalau IDI menolak, saya bayangkan nanti polisi akan menolak eksekusi hukuman mati karena itu bertentangan dengan hati nurani dan HAM," ucap Mualimin.

Mualimin menyadari jika penggunaan hukumam kebiri tidak menjamin adanya penurunan kejahatan seksual yang signifikan.

Walau demikian, kata dia, pemerintah telah melakukan upaya maksimal dalam melindungi anak dari kejahatan seksual.

"Instrumen kebiri baik agar para predator, paling tidak dengan hukumannya nanti mereka mendengar akan menerima hukuman yang lebih dahsyat," ujar Mualimin.

Kompas TV Hukuman Kebiri Tak Akan Berikan Efek Jera?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Nasional
Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.